Makanan Tradisional Indonesia Ini Berbahan Ketan

  • 14 Agt 2025 23:31 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Ketan adalah salah satu bahan makanan khas Nusantara yang telah digunakan sejak zaman dahulu. Berasal dari beras ketan yang memiliki tekstur lengket dan pulen, bahan ini kerap diolah menjadi berbagai jenis makanan tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh makna budaya. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas berbahan dasar ketan, baik yang manis maupun gurih.

Salah satu contoh paling populer adalah lemang, makanan khas Sumatera Barat dan Kalimantan yang dibuat dari beras ketan dicampur santan, lalu dimasak dalam bambu. Lemang biasanya disajikan saat perayaan adat atau hari besar keagamaan, dan disantap bersama rendang atau lauk lainnya. Proses pembuatannya yang cukup rumit membuat lemang menjadi hidangan istimewa yang hanya muncul di momen-momen tertentu.

Dari Jawa, ada jadah dan getuk ketan, yang sering dijumpai di pasar tradisional. Jadah merupakan olahan ketan yang ditumbuk bersama kelapa parut, lalu dibentuk pipih dan biasanya disantap bersama tempe bacem atau tahu. Sementara itu, getuk ketan dibuat dari ketan yang difermentasi (seperti tape), dicampur gula merah dan kelapa. Keduanya mencerminkan kekayaan cita rasa khas Jawa yang lembut dan legit.

Di wilayah Bali dan Lombok, dikenal klepon ketan, bola-bola kecil dari ketan berisi gula merah cair dan dilapisi kelapa parut. Saat digigit, gula merah di dalamnya meledak di mulut, memberikan sensasi manis yang unik. Makanan ini sangat populer dalam berbagai upacara adat dan sering dijadikan simbol kebersamaan karena disajikan dalam porsi banyak untuk dinikmati bersama.

Tak kalah menarik, dari Betawi ada ketan srikaya, yakni ketan putih yang dikukus dan disajikan dengan lapisan puding srikaya berwarna hijau dari pandan dan santan. Cita rasanya lembut, manis, dan sangat cocok disantap sebagai kudapan di sore hari. Ini membuktikan bahwa ketan bisa diolah menjadi makanan yang tampilannya menarik namun tetap mengusung nilai tradisional.

Makanan tradisional berbahan ketan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya. Dalam beberapa upacara adat, ketan bahkan digunakan sebagai simbol kekuatan, kesetiaan, dan ikatan yang erat. Dengan terus melestarikan dan menikmati makanan khas berbahan ketan, kita tidak hanya menjaga kekayaan kuliner Indonesia, tapi juga mewariskan tradisi leluhur kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....