Perbatasan Siaga Cegah Penyakit Menular
- 17 Jul 2026 22:29 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Tingginya mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit menular. Arus keluar masuk pelintas, terutama pada masa liburan dan arus balik, memerlukan pengawasan kesehatan yang optimal agar risiko penularan penyakit dari luar daerah maupun luar negeri dapat diminimalkan secara efektif.
Anggota Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan LKK Entikong, Rini Rusmawati, mengatakan bahwa aktivitas pelintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong mengalami peningkatan pada momen tertentu, khususnya setelah berakhirnya masa liburan sekolah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena semakin tingginya mobilitas masyarakat akan sejalan dengan meningkatnya potensi masuknya berbagai penyakit menular ke wilayah perbatasan.
"Tingginya mobilitas pelintas di PLBN Entikong, terutama saat arus balik liburan, meningkatkan risiko masuk dan menyebarnya berbagai penyakit menular antarwilayah maupun antarnegara, sehingga kewaspadaan terhadap penyakit berbasis udara seperti influenza, COVID-19, flu burung, virus Nipah, hingga monkeypox perlu terus ditingkatkan," ungkap Rini Rusmawati dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa penyakit yang paling diwaspadai di wilayah perbatasan adalah penyakit yang menular melalui udara karena penyebarannya relatif lebih cepat, terlebih saat terjadi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Selain itu, petugas juga tetap mewaspadai penyakit lain yang ditularkan melalui hewan maupun vektor, seperti leptospirosis, virus Zika, dan yellow fever, yang berpotensi masuk melalui mobilitas pelintas lintas negara.
Menurutnya, pengawasan kesehatan terhadap pelintas dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan kondisi kesehatan, pemeriksaan terhadap pelintas yang menunjukkan gejala, hingga pengambilan sampel apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini yang bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus melindungi kesehatan masyarakat di kawasan perbatasan.
"Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas kesehatan melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap pelintas yang memiliki gejala penyakit sebagai upaya deteksi dini guna mencegah penyebaran penyakit di wilayah perbatasan," katanya.
Rini berharap masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika mengalami gejala gangguan pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan setelah bepergian. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya pengawasan kesehatan di pintu perbatasan sebagai langkah bersama dalam mencegah penyebaran penyakit menular dan menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....