Ini Alasan Kendaraan dan Penumpang di PLBN Entikong Diperiksa Menyeluruh

  • 10 Jul 2026 20:39 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di balik kelancaran arus keluar masuk pelaku perjalanan di perbatasan Indonesia-Malaysia, terdapat pengawasan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah penyebaran penyakit lintas wilayah. Pemeriksaan tersebut tidak hanya menyasar penumpang, tetapi juga alat angkut dan barang yang berpotensi menjadi media penularan penyakit.

Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Alat Angkut dan Barang LKK Entikong, Farid Ayumi menyampaikan, pengawasan kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong dilakukan secara komprehensif sebagai upaya menjaga keamanan kesehatan masyarakat. Pemeriksaan yang dilakukan petugas bertujuan memastikan seluruh pelaku perjalanan dapat melanjutkan perjalanan dengan aman tanpa meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

"Pengawasan di karantina kesehatan tidak hanya berfokus kepada orang, tetapi juga terhadap alat angkut dan barang. Pemeriksaan dilakukan agar kendaraan maupun barang yang melintas tidak menjadi media penyebaran penyakit atau faktor risiko kesehatan," ujar Farid dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 10 Juli 2026,

Dijelaskan, petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap kendaraan yang masuk maupun keluar melalui PLBN Entikong. Pemeriksaan meliputi kondisi sanitasi kendaraan, kebersihan fasilitas di dalamnya, ketersediaan air bersih, hingga memastikan tidak terdapat vektor penyakit seperti tikus, kecoa, maupun serangga lain yang berpotensi membahayakan kesehatan penumpang.

"Pemeriksaan yang kami lakukan bukan untuk menghambat perjalanan masyarakat, melainkan memastikan setiap pelaku perjalanan, terutama yang sedang sakit, tetap aman hingga tiba di tujuan," jelasnya.

Koordinasi lintas sektor, kata Farid, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pengawasan kesehatan di kawasan perbatasan, terutama saat terjadi lonjakan mobilitas masyarakat pada musim liburan maupun hari besar. Menurutnya, sinergi bersama Imigrasi, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, serta instansi lainnya memungkinkan pelayanan tetap berjalan lancar tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kesehatan pelaku perjalanan.

"Kami juga mengajak masyarakat mulai mengenal aplikasi All Indonesia yang nantinya menjadi bagian dari kebijakan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Farid berharap, masyarakat dapat mendukung setiap prosedur pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas di PLBN Entikong sebagai bentuk perlindungan bersama dari ancaman penyakit menular lintas negara. Kolaborasi antara petugas dan pelaku perjalanan menjadi kunci agar mobilitas masyarakat tetap lancar, aman, serta mampu menjaga kesehatan masyarakat di kawasan perbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....