Persiapan Kesehatan Ini Bisa Jadi Penentu Perjalanan Tetap Fit
- 10 Jul 2026 20:34 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perjalanan wisata, urusan keluarga, hingga perjalanan lintas negara kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun di balik euforia bepergian, masih banyak orang yang lebih sibuk menyiapkan tiket dan barang bawaan dibanding memastikan kondisi tubuh benar-benar siap menjalani perjalanan.
Farid Ayumi, Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Alat Angkut dan Barang LKK Entikong mengingatkan, persiapan kesehatan memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesiapan kendaraan maupun dokumen perjalanan. Langkah sederhana sebelum berangkat dapat mencegah gangguan kesehatan selama perjalanan sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit kepada sesama pelaku perjalanan.
"Untuk persiapan kesehatan itu sebelum bepergian sama pentingnya dengan menyiapkan tiket, kendaraan maupun barang bawaan. Pastikan kondisi tubuh sehat, cukup istirahat, membawa obat pribadi, memenuhi kebutuhan cairan, serta melengkapi perlengkapan kesehatan agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman," ujar Farid dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat, 10 Juli 2026.
Farid menjelaskan, masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, maupun asma sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Dikatakan, kebiasaan mengabaikan kondisi tubuh justru berpotensi membuat perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi pengalaman yang melelahkan bahkan membahayakan kesehatan.
Hal serupa juga diungkapkan Kristuadi Novan, Anggota Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang, Kegawatdaruratan, dan Situasi Khusus LKK Entikong. Dia menyampaikan, masyarakat diminta jangan menunggu tubuh merasa haus atau kelelahan untuk beristirahat, karena kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan daya tahan tubuh.
"Menjaga pola makan, waktu istirahat, dan kebersihan makanan menjadi langkah sederhana yang sering diabaikan pelaku perjalanan. Masyarakat juga perlu menggunakan masker saat berada di transportasi umum yang padat, membawa hand sanitizer, serta menghindari memaksakan diri bepergian ketika kondisi tubuh sedang kurang sehat," jelasnya.
Semestinya masyarakat mulai menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama sebelum melakukan perjalanan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan persiapan yang matang, kepatuhan terhadap anjuran petugas, serta kepedulian terhadap kondisi tubuh sendiri, perjalanan tidak hanya berakhir di tempat tujuan, tetapi juga kembali ke rumah dalam keadaan sehat, aman, dan tetap produktif.
"Jangan sampai kita hanya fokus selamat tiba di tempat tujuan, tetapi melupakan kondisi kesehatan hingga saat kembali ke rumah. Persiapan yang matang sebelum bepergian akan membuat perjalanan lebih aman, nyaman, dan mencegah risiko penularan penyakit kepada sesama pelaku perjalanan," harap Kristuadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....