Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan Penyakit Hantavirus

  • 16 Mei 2026 06:58 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Penyakit menular yang berasal dari lingkungan masih menjadi perhatian dalam dunia kesehatan masyarakat, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah hantavirus yaitu infeksi yang dapat menyebar melalui tikus dan lingkungan yang tidak bersih. Keberadaan tikus di sekitar rumah, gudang, pasar, maupun tempat penumpukan sampah menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyebaran penyakit tersebut.

Anggota Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan, Loka Kekarantinaan Kesehatan (LKK) Entikong, Syukri La Ranti menjelaskan bahwa hantavirus berkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Virus ini dapat menyebar melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang mengering dan bercampur dengan udara.

“Penyakit hantavirus perlu diwaspadai karena dapat menyebar melalui tikus dan lingkungan yang tidak bersih, sehingga penerapan pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga,” ungkap Syukri La Ranti dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Sanggau, Jumat 16 Mei 2026.

Disampaiknya, masyarakat perlu mengenali gejala awal hantavirus agar dapat segera melakukan pemeriksaan kesehatan, gejala yang muncul umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, lemas, hingga gangguan pernapasan sampai kepada dampak yang fatal. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami sesak napas dan kondisi yang semakin memburuk apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Menurutnya, selain menjaga kebersihan rumah, makanan juga harus selalu disimpan dalam keadaan tertutup rapat karena sisa makanan yang terbuka dapat menarik tikus datang ke dalam rumah dan meningkatkan risiko kontaminasi. Kebiasaan sederhana seperti menutup makanan, membersihkan sisa makanan, serta menjaga kebersihan dapur memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran penyakit.

“Masyarakat perlu mengenali gejala awal hantavirus seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, lemas hingga gangguan pernapasan, serta menjaga kebersihan rumah dan menutup makanan dengan baik agar terhindar dari risiko penyebaran penyakit melalui tikus,” ujarnya.

Syukri menjelaskan, dalam membersihkan kotoran atau sarang tikus, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukannya secara sembarangan karena kotoran tikus sebaiknya disemprot terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan agar debu yang mengandung virus tidak beterbangan. Penggunaan masker dan sarung tangan juga sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan virus saat proses pembersihan berlangsung.

Ditambahkannya, pencegahan hantavirus tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi memerlukan kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak, dengan kerjasama anatara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bersama-sama membangun kesadaran cinta lingkungan serta menjaga kebersihan kawasan permukiman. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya lingkungan sehat juga perlu terus dilakukan agar pencegahan penyakit dapat berjalan maksimal.

“Lingkungan yang bersih dan pola hidup sehat bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga menjadi perlindungan penting bagi keluarga dan masyarakat dari ancaman hantavirus serta berbagai penyakit menular lainnya,” kata Syukri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....