Kapuas dan Tayan Hulu Jadi Fokus Pengendalian DBD di Sanggau

  • 04 Jun 2026 15:42 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Sebanyak 40 kasus demam berdarah dengue (DBD) tercatat di Kabupaten Sanggau hingga awal Juni 2026. Kecamatan Kapuas menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi dibandingkan kecamatan lain sepanjang tahun ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Marlina, menjelaskan persebaran kasus masih terkonsentrasi pada beberapa wilayah tertentu. Data tersebut menjadi dasar penentuan prioritas pengendalian penyakit di lapangan.

“Per 2 Juni 2026, Kabupaten Sanggau mencatat 40 kasus DBD tanpa adanya laporan kematian. Kasus terbanyak berada di Kecamatan Kapuas dengan total 24 kasus yang sudah dilaporkan,” ujar Marlina dalam Program Sanggau Menyapa Pro 1 RRI Sanggau, Kamis 4 Juni 2026.

Ia mengungkapkan, Kecamatan Tayan Hulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berikutnya setelah Kecamatan Kapuas. Kecamatan tersebut mencatat tujuh kasus selama periode pemantauan yang dilakukan petugas kesehatan.

“Selain Kapuas dan Tayan Hulu, Kecamatan Parindu juga melaporkan empat kasus DBD tahun ini. Beberapa kecamatan lain mencatat kasus lebih sedikit namun tetap memerlukan perhatian,” katanya.

Marlina menyebut Kecamatan Jangkang, Noyan, dan Balai masing-masing melaporkan satu kasus sepanjang tahun berjalan. Seluruh laporan tersebut terus dipantau untuk mencegah peningkatan kasus pada waktu berikutnya.

“Pemetaan kasus dilakukan agar upaya pengendalian dapat difokuskan pada wilayah yang paling membutuhkan. Langkah tersebut membantu petugas menentukan prioritas penanganan secara lebih efektif,” ungkapnya.

Marlina mengimbau masyarakat rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Keterlibatan warga menjadi faktor penting mencegah bertambahnya kasus DBD di Kabupaten Sanggau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....