Rumah Lembap Picu Risiko Penularan TBC

  • 18 Apr 2026 13:45 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Kondisi lingkungan tempat tinggal yang lembap dan minim pencahayaan matahari dinilai menjadi faktor utama berkembangnya bakteri penyebab penyakit. Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko penularan Tuberkulosis, terutama di kawasan dengan ventilasi buruk dan kepadatan penduduk tinggi.

Anggota Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan Loka Kekarantinaan (LKK) Entikong, Poppy Purna Handayani, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut kerap ditemukan saat melakukan kunjungan ke rumah pasien TB. Banyak hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan lingkungan, seperti gelap, lembap, dan minim sirkulasi udara.

“Faktor risiko lingkungan yang paling sering ditemukan saat kunjungan rumah pasien TB adalah kondisi rumah yang gelap dan lembap,” kata Poppy dalam program Obrolan Indonesia Sehat RRI Pro 1 Sanggau, Jumat 17 April 2026.

Menurutnya, kondisi rumah yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang. Tanpa upaya perbaikan lingkungan, potensi penularan penyakit akan semakin tinggi.

Selain itu, kebiasaan penghuni rumah yang jarang membuka jendela turut memperburuk kualitas udara di dalam ruangan. Akibatnya, sirkulasi udara tidak berjalan optimal dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

“Sering juga ditemukan jendela jarang dibuka, bahkan ada yang rusak atau memang tidak pernah digunakan,” ucapnya.

Poppy menjelaskan, kepadatan hunian juga menjadi faktor risiko yang signifikan. Banyak pasien TB tinggal di kawasan padat penduduk dengan rumah berdempetan dan ukuran terbatas, namun dihuni oleh banyak orang dalam satu atap.

Kondisi tersebut menyebabkan penularan penyakit lebih mudah terjadi, baik di dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Interaksi yang intens dalam ruang sempit mempercepat penyebaran bakteri melalui udara.

“Dalam satu kawasan, rumah berdempetan dengan jumlah penghuni yang banyak. Ini meningkatkan risiko penularan di lingkungan tersebut,” ujarnya.

Poppy mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, seperti memastikan rumah mendapatkan cukup cahaya matahari, menjaga ventilasi tetap baik, serta mengurangi kepadatan hunian jika memungkinkan. Upaya sederhana ini dinilai efektif untuk menekan risiko penyebaran Tuberkulosis dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....