Gawai Sanggau Dongkrak Omzet Perajin Aksesori Dayak
- 09 Jul 2026 19:13 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Gawai Nosu Minu Podi XXII di Kabupaten Sanggau tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya Dayak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Perhelatan budaya tahunan itu memberi ruang promosi sekaligus meningkatkan omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Salah seorang pelaku UMKM yang merasakan langsung efek kegiatan tersebut adalah perajin aksesoris Dayak asal Kabupaten Landak, Alex. Ia mengaku, Gawai Nosu Minu Podi di Sanggau menjadi agenda yang selalu dinantikan karena mampu mempertemukan pelaku usaha dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
"Ini sudah keempat kalinya saya membuka stan di Gawai Nosu Minu Podi Sanggau. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami memasarkan produk sekaligus memperkenalkan kerajinan Dayak kepada masyarakat yang lebih luas," kata Alex, Kamis 9 Juli 2026.
Menurut Alex, momentum gawai selalu memberikan dampak signifikan terhadap penjualan produk kerajinan. Selain pembeli dari Kabupaten Sanggau, banyak pengunjung dari daerah lain yang datang khusus untuk mencari produk khas Dayak sebagai koleksi maupun perlengkapan adat.

Ia mengatakan, produk yang paling diminati antara lain pakaian adat berbahan kulit kayu, baju bermotif manik Dayak, kalung manik, gelang, topi tradisional, hingga mandau. Tingginya minat masyarakat menunjukkan produk budaya lokal masih memiliki nilai ekonomi yang kuat apabila dipasarkan melalui ajang yang tepat.
"Permintaan paling banyak tetap aksesoris Dayak seperti pakaian adat dari kulit kayu, baju manik, gelang, topi, sampai mandau. Banyak pelanggan lama juga sudah memesan sebelum kegiatan dimulai," ujarnya.
Alex mengungkapkan, selama pelaksanaan Gawai Nosu Minu Podi tahun ini, omzet penjualannya mampu mencapai Rp5 juta hingga Rp9 juta per hari. Menurutnya, antusias pembeli dari hasil penjualan dua hari terakhir membuktikan festival budaya Gawai Nosu Minu Podi tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.
"Kami berharap Gawai Dayak terus menjadi agenda tahunan yang semakin besar. Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini bukan sekadar tempat berjualan, tetapi kesempatan memperkenalkan identitas budaya Dayak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....