Ketekunan UMKM Kuliner Hadapi Persaingan Usaha
- 18 Mei 2026 21:25 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bidang kuliner terus berkembang dan menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan bagi masyarakat di tengah perkembangan ekonomi kreatif saat ini. Meski demikian, berbagai tantangan seperti persaingan usaha, perubahan minat konsumen, dan fluktuasi omzet masih menjadi hal yang harus dihadapi para pelaku UMKM.
Owner Serabi Solo dan Frozen Food Pontianak, Fera Herawati, mengatakan mempertahankan usaha kuliner membutuhkan kesabaran, kegigihan, dan konsistensi yang kuat dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Menurutnya, perjalanan usaha yang dimulai sejak tahun 2016 tidak selalu berjalan mudah, stabil, dan penuh keuntungan seperti yang dibayangkan banyak orang.
“Pelaku UMKM kuliner di Pontianak masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi omzet dan persaingan usaha, namun kegigihan serta konsistensi menjadi kunci penting untuk mempertahankan usaha agar tetap bertahan dan berkembang,” kata Fera dalam Obrolan UMKM Bicara RRI Sanggau, Senin 18 Mei 2026. .
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar pada awal merintis usaha adalah memperkenalkan produk serabi Solo kepada masyarakat Pontianak yang saat itu masih belum familiar dengan kuliner khas tersebut. Kondisi itu membuat proses pemasaran, promosi, dan pengenalan produk kepada masyarakat membutuhkan waktu serta usaha yang cukup panjang.
Ia menjelaskan berbagai upaya promosi dan inovasi terus dilakukan agar produk yang dijual dapat diterima masyarakat dan memiliki ciri khas tersendiri dibanding produk lainnya. Selain menjaga kualitas rasa, pelayanan kepada konsumen juga menjadi perhatian penting dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan secara jangka panjang.
Fera menambahkan konsistensi dalam menjalankan usaha menjadi faktor utama agar bisnis tetap bertahan di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat dan terus berkembang. Seiring berjalannya waktu, produk serabi Solo dan frozen food yang dijual mulai dikenal lebih luas serta memiliki konsumen tetap yang terus mendukung perkembangan usaha.
“Meski pada awalnya produk serabi Solo belum dikenal luas oleh masyarakat, upaya promosi dan inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan akhirnya mampu membangun kepercayaan konsumen dan menciptakan pelanggan tetap,” katanya.
Fera berharap pelaku UMKM lainnya tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan usaha dan terus berinovasi mengikuti perkembangan kebutuhan pasar saat ini. Dengan semangat, kreativitas, dan kerja keras yang konsisten, usaha kuliner lokal diharapkan dapat berkembang lebih besar serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....