Gawai Dayak Sanggau Jadi Ajang Pelestarian Olahraga Sumpit

  • 08 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau – Tradisi menyumpit terus diperkenalkan sebagai bagian dari warisan budaya Dayak yang perlu dilestarikan. Samuel Marwan, Koordinator Lomba Sumpit menerangkan, melalui Gawai Dayak Nosu Minu Podi ke-XXII, olahraga tradisional tersebut diharapkan semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

"Saya berharap ke depannya lebih ramai lagi. Karena menyumpit ini bukan hanya dulu orang-orang tua kita menggunakan untuk berburu, tetapi sekarang merupakan kebudayaan yang harus dijaga kelestariannya," kata Marwan saat ditemui di Rumah Betang Dori' Mpulor, Kabupaten Sanggau, Rabu 8 Juli 2026.

Ia menjelaskan, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga menyumpit terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah pada pelaksanaan tahun ini. Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa olahraga tradisional Dayak masih mendapat perhatian dari berbagai kontingen.

"Jumlah total peserta itu ada 76, karena di tahun ini yang paling ramai pesertanya. Jadi saya mengucapkan banyak apresiasi kepada DAD-DAD kontingen yang berturut serta dalam pertandingan menyumpit," ujarnya.

Marwan mengatakan, untuk mengakomodasi antusiasme peserta, panitia mempertandingkan lima kategori dalam lomba menyumpit. Kategori tersebut meliputi nomor perorangan putra dan putri, bull's-eye putra dan putri, serta beregu campuran putra dan putri.

"Untuk Gawai Dayak tahun 2026 di Dori' Mpulor ini, ada lima kategori, yaitu perorangan putra, perorangan putri, bull's-eye putra, bull's-eye putri, dan beregu campuran putra-putri," ucapnya.

Ia berharap olahraga menyumpit terus berkembang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak di Kabupaten Sanggau. Menurutnya, pelestarian budaya melalui kegiatan olahraga tradisional menjadi salah satu cara memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....