Pekan Gawai Dayak Perkuat Identitas Budaya Sanggau
- 07 Jul 2026 21:04 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi ke XXII di Rumah Adat Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau menjadi momentum memperkuat pelestarian adat dan budaya Dayak. Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyampaikan perhelatan budaya tahunan ini juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus mempererat persatuan.
"Gawai Dayak menjadi ajang untuk melestarikan budaya Dayak, khususnya masyarakat Dayak Kabupaten Sanggau. Adat istiadat dan budaya asli Dayak harus dijaga karena itulah identitas kita," ujar Yohanes Ontot di di Rumah Adat Dori Mpulor pada Selasa, 7 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, penetapan Pekan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadi kebanggaan masyarakat Dayak Sanggau. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
"Penetapan ini menjadi kebanggaan masyarakat Dayak Kabupaten Sanggau. Sekaligus menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus melestarikannya," katanya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, penyelenggaraan gawai juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, juga mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.
"Anak-anak muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak. Kemajuan zaman boleh kita ikuti, tetapi identitas dan budaya jangan sampai hilang," tegas Krisantus.
Ia berharap Pekan Gawai Adat Dayak tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas, persatuan, dan kecintaan generasi muda terhadap adat istiadat Dayak. Dengan pelestarian yang berkelanjutan, budaya Dayak di Kabupaten Sanggau diharapkan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....