Penggunaan Gawai Berlebihan Berisiko Ganggu Fokus dan Sosialisasi Anak

  • 20 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Penggunaan gawai yang semakin masif di kalangan anak menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kemampuan berkonsentrasi dan bersosialisasi. Orang tua diharapkan mampu mengatur durasi penggunaan gawai sekaligus membangun interaksi yang lebih intensif dengan anak agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Psikolog Kabupaten Sanggau, Pratiningsih, mengatakan penggunaan gawai bukanlah hal yang sepenuhnya negatif apabila dimanfaatkan secara bijak dan sesuai kebutuhan anak. Namun, menurutnya, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menurunkan kemampuan anak dalam memusatkan perhatian serta mengurangi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

"Penggunaan gawai perlu dibatasi sesuai usia anak dan disertai pendampingan orang tua. Interaksi langsung, bermain bersama, dan komunikasi dalam keluarga tetap menjadi faktor utama untuk mendukung perkembangan konsentrasi serta kemampuan sosial anak," ungkap Pratiningsih dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 20 Juli 2026.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan gawai yang sehat. Salah satunya dengan menetapkan aturan waktu penggunaan, memilih konten yang sesuai usia, serta memberikan contoh penggunaan gawai secara bijaksana di lingkungan keluarga sehingga anak memiliki pola perilaku yang positif.

"Ajak anak melakukan kegiatan di luar rumah, membaca buku, berolahraga, atau bermain bersama teman sebaya. Aktivitas tersebut dapat melatih kemampuan berkonsentrasi, membangun rasa percaya diri, serta meningkatkan keterampilan bersosialisasi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh gawai," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan orang tua dalam mengatur penggunaan gawai perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing anak. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai mampu menciptakan kesepahaman mengenai manfaat maupun risiko penggunaan teknologi.

Pratiningsih berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pendampingan terhadap anak dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan pengawasan yang konsisten, pembatasan waktu penggunaan gawai, serta memperbanyak interaksi sosial secara langsung, anak diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengabaikan perkembangan konsentrasi dan kemampuan bersosialisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....