Dampak Doomscrolling Terlalu Lama Tenggelam dalam Berita Negatif

  • 03 Jun 2026 11:35 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di era digital, informasi dapat diakses hanya melalui genggaman tangan kemudahan ini juga melahirkan kebiasaan baru yang dikenal sebagai doomscrolling. Banyak orang melakukannya tanpa sadar, terutama ketika terjadi peristiwa besar, krisis, atau isu yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Doomscrolling biasanya muncul karena rasa ingin tahu informasi terbaru, seseorang merasa perlu terus memantau perkembangan situasi agar tidak ketinggalan berita penting. Namun, alih-alih merasa lebih tenang, kebiasaan ini justru sering membuat seseorang semakin cemas karena terus terpapar informasi yang menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu dampak utama doomscrolling adalah meningkatnya tingkat stres dan kecemasan, paparan berita negatif secara berulang dapat membuat otak berada dalam kondisi waspada terus-menerus. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah khawatir, gelisah, bahkan mengalami ketakutan berlebihan terhadap berbagai hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Selain memengaruhi kesehatan mental, doomscrolling juga dapat mengganggu kualitas tidur banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam menelusuri media sosial sebelum tidur. Cahaya layar dan arus informasi yang terus mengalir membuat otak sulit beristirahat, sehingga waktu tidur menjadi berkurang dan kualitas istirahat menurun.

Dampak lainnya adalah menurunnya produktivitas waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja, belajar, atau berinteraksi dengan keluarga sering kali habis untuk membaca berita dan komentar di internet. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan kehilangan fokus terhadap tugas-tugas yang lebih penting.

Dalam jangka panjang, doomscrolling juga dapat memengaruhi cara pandang seseorang terhadap dunia. Karena lebih sering terpapar informasi negatif, seseorang bisa merasa bahwa dunia selalu berada dalam kondisi buruk.

Untuk mengurangi dampak doomscrolling, penting bagi setiap orang untuk membatasi waktu penggunaan media sosial dan memilih sumber informasi yang terpercaya. Menetapkan jadwal khusus untuk membaca berita, melakukan aktivitas fisik, serta meluangkan waktu untuk berinteraksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....