Potensi Atlet Sumpit Sanggau Terus Berkembang Setiap Tahun

  • 22 Mei 2026 15:57 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di tengah semarak perkembangan dunia digital dan penggunaan teknologi modern saat ini, olahraga sumpit khas Dayak dinilai perlu terus dilestarikan agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi muda di tengah perubahan zaman. Sebagai olahraga tradisional, sumpit juga memiliki nilai budaya, sejarah, serta filosofi yang tinggi bagi masyarakat Dayak di Kabupaten Sanggau sehingga keberadaannya perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Pelatih Atlet Sumpit Sanggau, Paulus Bd Mexquway mengatakan perkembangan dunia sumpit di Kabupaten Sanggau terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurutnya, minat masyarakat terhadap olahraga tradisional tersebut masih cukup besar, terutama saat pelaksanaan event budaya seperti Pekan Gawai Dayak yang menjadi wadah pelestarian budaya lokal.

“Perkembangan olahraga sumpit di Sanggau cukup baik dari tahun ke tahun, apalagi melalui event Pekan Gawai Dayak masyarakat masih antusias mengikuti dan menyaksikan perlombaan sumpit tradisional,” ungkap Paulus dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga minat generasi muda agar tetap mencintai olahraga tradisional di tengah perkembangan teknologi modern dan penggunaan gawai yang semakin dominan. Karena itu, pembinaan atlet terus dilakukan melalui latihan rutin dan pengenalan budaya sumpit sejak usia muda.

Menurut Paulus, olahraga sumpit bukan sekadar perlombaan ketepatan sasaran, tetapi juga mengandung makna kesabaran, fokus, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap budaya leluhur. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting yang harus dipahami oleh para atlet maupun generasi penerus budaya Dayak.

“Sumpit bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga mengandung nilai budaya, kesabaran, fokus, dan penghormatan terhadap warisan leluhur masyarakat Dayak,” jelasnya.

Paulus menilai potensi atlet sumpit di Kabupaten Sanggau cukup besar karena semakin banyak generasi muda yang tertarik mengikuti latihan maupun event budaya, sehingga proses pembinaan terus dilakukan secara bertahap mulai dari teknik dasar, pengendalian pernapasan, konsentrasi, hingga strategi dalam perlombaan. Selain itu, para pengrajin sumpit di Kabupaten Sanggau juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas alat sumpit tradisional melalui penggunaan bahan khusus seperti kayu pilihan dan bambu tertentu yang ringan, kuat, serta memiliki keseimbangan yang baik saat digunakan.

“Pengrajin sumpit di Sanggau memiliki keahlian khusus dalam memilih bahan yang bagus dan berkualitas agar alat sumpit nyaman digunakan serta tetap mempertahankan ciri khas budaya tradisional,” ujarnya.

Paulus berharap olahraga sumpit dapat terus dikenal dan dicintai masyarakat luas, khususnya generasi muda, meskipun perkembangan teknologi modern semakin pesat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal melalui event budaya dan pembinaan olahraga tradisional di daerah.

“Generasi muda jangan sampai melupakan budaya sendiri karena sumpit adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan teknologi modern saat ini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....