Syukur Membuka Pintu Nikmat dan Meningkatkan Keimanan Umat

  • 18 Jun 2026 08:16 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Ungkapan rasa syukur merupakan salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan pengakuan seorang hamba atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap dan perbuatan yang menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bonti Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau, Bambang Hermanto, mengatakan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Berkuasa atas seluruh alam semesta. Menurutnya, perintah bersyukur bukanlah untuk menambah kemuliaan Allah, melainkan demi kebaikan manusia itu sendiri.

"Allah SWT tidak membutuhkan pujian atau syukur dari makhluk-Nya, namun, syukur menjadi sarana bagi manusia untuk menyadari dan memanfaatkan nikmat yang diberikan Allah dengan sebaik-baiknya," ungkap Bambang Hermanto dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa perintah bersyukur telah ditegaskan Allah SWT dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang menyatakan bahwa apabila manusia bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kepadanya. Sebaliknya, jika mengingkari nikmat Allah atau kufur nikmat, maka azab Allah sangatlah pedih.

Menurut Bambang, hubungan antara rasa syukur dan peningkatan keimanan sangat erat. Seseorang yang senantiasa mensyukuri nikmat akan lebih mudah merasakan kehadiran Allah SWT dalam kehidupannya sehingga keyakinan dan ketakwaannya semakin bertambah.

"Orang yang bersyukur akan menyadari bahwa semua yang dimiliki berasal dari Allah SWT, kesadaran itulah yang membuat iman semakin kuat dan hati menjadi lebih tenang," ujarnya.

Bambang menerangkan bahwa rasa syukur dapat diungkapkan melalui tiga cara, yakni dengan hati, lisan, dan perbuatan. Bersyukur dengan hati berarti meyakini seluruh nikmat berasal dari Allah SWT, bersyukur dengan lisan melalui ucapan hamdalah dan doa, sedangkan bersyukur dengan perbuatan diwujudkan dengan memanfaatkan nikmat untuk hal-hal yang diridhai Allah SWT.

Selain itu, Bambang mengingatkan masyarakat agar menghindari sifat kufur nikmat dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut dapat dicegah dengan membiasakan diri melihat nikmat yang dimiliki, tidak berlebihan membandingkan diri dengan orang lain, serta memperbanyak ibadah dan sedekah.

"Semakin banyak bersyukur, semakin banyak pula nikmat yang dirasakan, syukur bukan hanya ucapan, tetapi cara hidup seorang mukmin dalam menjalani setiap keadaan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....