Menumbuhkan Syukur dan Sabar Sehari-hari

  • 09 Jul 2026 13:53 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Sikap syukur dan sabar menjadi dua nilai penting dalam ajaran Islam yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap Muslim mampu menjalani berbagai keadaan dengan hati yang lapang, penuh keikhlasan, dan senantiasa berharap kepada rahmat Allah SWT. Nilai tersebut tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekayam, Mohammad Nurchasani, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Kamis 9 Juli 2026 mengatakan syukur dan sabar merupakan bekal utama bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan berbagai nikmat, ujian, serta tantangan yang silih berganti dari waktu ke waktu. Menurutnya, kedua sikap tersebut harus dibiasakan agar seseorang tetap mampu menjaga keimanan, mengendalikan diri, dan memandang setiap peristiwa sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.

“Syukur dan sabar merupakan dua sikap utama yang diajarkan dalam Islam untuk menghadapi setiap keadaan, baik saat memperoleh nikmat maupun ketika menghadapi ujian kehidupan,” ungkap Mohammad.

Ia menjelaskan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan memanfaatkan setiap nikmat yang diberikan Allah SWT untuk hal-hal yang bermanfaat serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang agama. Sementara itu, sikap sabar menjadi kekuatan yang membantu seseorang tetap tegar, tidak mudah putus asa, dan terus berikhtiar ketika menghadapi berbagai cobaan hidup.

Menurutnya, seseorang yang mampu membiasakan diri untuk bersyukur akan lebih mudah merasakan ketenangan batin serta memiliki pandangan hidup yang positif dalam berbagai situasi yang dihadapi setiap hari. Begitu pula dengan kesabaran yang akan membentuk pribadi menjadi lebih dewasa, bijaksana, serta mampu menyelesaikan persoalan dengan pikiran yang jernih dan penuh pertimbangan.

Mohammad menyampaikan bahwa syukur dan sabar merupakan dua sikap yang saling melengkapi dalam membangun kualitas keimanan seorang Muslim agar tetap istiqamah di jalan Allah SWT. Dengan membiasakan kedua nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan semakin dekat kepada Allah SWT sekaligus mampu menjadi teladan yang baik bagi keluarga dan masyarakat.

“Dengan membiasakan bersyukur atas setiap karunia dan bersabar dalam menghadapi kesulitan, seorang Muslim akan memiliki hati yang lebih tenang, kuat, dan semakin dekat kepada Allah SWT,” katanya.

Mohammad berharap masyarakat senantiasa menjadikan syukur dan sabar sebagai pedoman dalam menjalani setiap fase kehidupan, baik ketika berada dalam kelapangan maupun saat menghadapi berbagai ujian yang datang silih berganti. Melalui pembiasaan kedua sikap tersebut, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang beriman, berakhlak mulia, optimis, serta mampu menebarkan semangat kebaikan dan ketenangan di lingkungan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....