Sabar dan Syukur Bekal Utama Mengarungi Kehidupan Dengan Bijaksana

  • 09 Jul 2026 08:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda, ada masa ketika seseorang memperoleh kemudahan dan keberhasilan, namun ada pula saat menghadapi berbagai tantangan yang menguji keteguhan hati. Dalam kondisi tersebut, rasa syukur dan sikap sabar menjadi fondasi penting agar kehidupan tetap berjalan dengan penuh harapan, ketenangan, dan keyakinan kepada Allah SWT.

Pelaksana Kantor Urusan Agama(KUA) Kecamatan Sekayam, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Mohammad Nurchasani mengatakan bahwa syukur merupakan bentuk pengakuan atas seluruh nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Menurutnya, seseorang yang senantiasa bersyukur akan lebih mudah merasakan kebahagiaan karena mampu melihat berbagai kebaikan yang hadir dalam kehidupannya.

"Bersyukur bukan hanya ketika memperoleh rezeki yang melimpah, tetapi juga mampu menghargai kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, dan berbagai nikmat lainnya yang sering kali terlupakan," kata Mohammad Nurchasani dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selain rasa syukur, kesabaran juga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Kesabaran membantu seseorang tetap tenang ketika menghadapi kegagalan, musibah, maupun berbagai persoalan yang datang tanpa diduga.

Menurutnya, orang yang memiliki kesabaran akan lebih mampu mengendalikan emosi, menjaga perkataan, serta mencari solusi terbaik tanpa menyalahkan keadaan ataupun orang lain. Sikap tersebut juga akan melahirkan pribadi yang lebih matang dalam mengambil keputusan.

"Sabar bukan berarti menyerah terhadap keadaan, melainkan tetap berusaha semaksimal mungkin sambil meyakini bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan terbaik bagi setiap hamba-Nya," jelasnya.

Mohammad mengatakan, kehidupan akan terasa lebih ringan apabila rasa syukur dan sabar diterapkan secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua nilai tersebut akan membentuk pribadi yang optimistis, rendah hati, serta mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.

Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial sebagai bentuk nyata rasa syukur kepada Allah SWT. Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak mudah mengeluh ketika menghadapi kesulitan, tetapi tetap berikhtiar dan bertawakal.

"Apabila rasa syukur dan kesabaran menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka hati akan lebih tenang, hubungan dengan sesama semakin baik, dan kehidupan akan dipenuhi keberkahan serta kedamaian," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....