Salat Tepat Waktu di Tengah Kesibukan
- 10 Jun 2026 14:56 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kesibukan dalam bekerja, belajar, maupun menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari kerap menjadi alasan sebagian orang untuk menunda bahkan melalaikan salat. Padahal, salat merupakan kewajiban utama yang memiliki kedudukan istimewa sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah dinamika kehidupan modern.
Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Meliau, Satriana Chusnul Khatimah, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Entikong, Rabu 10 Juni 2026 mengatakan menjaga salat di tengah padatnya aktivitas merupakan bentuk ketaatan seorang Muslim dalam menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam kehidupannya. Menurutnya, kesibukan bukanlah penghalang untuk melaksanakan ibadah, melainkan ujian dalam menjaga komitmen dan kedisiplinan terhadap perintah agama.
“Menjaga salat di tengah kesibukan merupakan bentuk ketaatan dan bukti bahwa seorang Muslim tetap menempatkan Allah SWT sebagai prioritas utama dalam kehidupannya,” ungkap Satriana.
Menurutnya, salat yang dilaksanakan tepat waktu tidak hanya menjadi kewajiban yang menggugurkan tanggung jawab seorang Muslim, tetapi juga menjadi sumber ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Melalui salat, seseorang dapat beristirahat sejenak dari rutinitas yang melelahkan untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Ia menjelaskan kebiasaan menjaga salat secara konsisten juga mampu membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengelola waktu dengan lebih baik. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari agar seseorang tetap produktif tanpa mengabaikan kewajiban ibadah yang telah ditetapkan.
Satriana menambahkan salat yang dijaga dengan penuh kesadaran akan memperkuat keimanan serta menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Dengan hati yang lebih tenang dan jiwa yang lebih terarah, seseorang akan lebih mudah menghadapi tekanan pekerjaan maupun tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Dengan menjaga salat tepat waktu, hati menjadi lebih tenang, keimanan semakin kuat, serta kehidupan dijalani dengan penuh keberkahan,” katanya.
Satriana berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat membiasakan diri untuk tetap menjaga salat meskipun disibukkan oleh berbagai aktivitas dan tuntutan kehidupan. Dengan menjadikan salat sebagai kebutuhan dan prioritas utama, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....