Karakter Qurani Bentengi Generasi Muda Hadapi Tantangan Era Digital Modern

  • 07 Jul 2026 16:41 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong- Pembentukan generasi muda yang berkarakter Qurani menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan media sosial, pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dinilai mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tetap memiliki akhlak mulia, keimanan yang kuat, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Entikong, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau, Siti Afsah mengatakan bahwa generasi muda berkarakter Qurani adalah generasi yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tersebut tercermin melalui kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian terhadap sesama, serta semangat menuntut ilmu yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT.

"Generasi muda berkarakter Qurani menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam berpikir, bersikap, dan bertindak."ungkap Siti Afsah dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 7 Juli 2026.

Menurutnya, pembentukan karakter Qurani menjadi semakin penting di era digital karena generasi muda dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tidak seluruhnya memberikan dampak positif. Tanpa pondasi agama yang kuat, mereka akan lebih mudah terpengaruh oleh konten negatif, budaya konsumtif, pergaulan bebas, hingga perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Siti Afsah menjelaskan bahwa nilai-nilai utama Al-Qur'an yang perlu ditanamkan sejak dini meliputi kejujuran, amanah, kesabaran, rasa syukur, disiplin, tanggung jawab, kasih sayang, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

"Al-Qur'an mengajarkan nilai-nilai yang membentuk generasi muda berakhlak mulia dan bertanggung jawab." kata Siti.

Ia menambahkan, kecintaan terhadap Al-Qur'an tidak cukup diwujudkan dengan kemampuan membaca semata, tetapi juga harus disertai upaya memahami makna ayat-ayatnya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin, mengikuti kajian tafsir, menghafal ayat-ayat pilihan, serta berdiskusi tentang kandungan Al-Qur'an menjadi langkah sederhana yang dapat membangun kedekatan generasi muda dengan kitab suci.

Ia menilai bahwa karakter Qurani akan membantu generasi muda menghadapi berbagai tekanan kehidupan seperti stres, kecemasan, maupun krisis kepercayaan diri. Al-Qur'an mengajarkan ketenangan hati, kesabaran, tawakal, dan optimisme sehingga seseorang mampu menghadapi berbagai persoalan dengan lebih bijaksana.

"Mencintai Al-Qur'an bukan hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan isinya dalam kehidupan."katanya.

Siti Afsah mengajak seluruh generasi muda agar menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan karakter Qurani yang kuat, diharapkan lahir generasi Indonesia yang cerdas, berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....