Keteladanan Nabi Ibrahim, Pentingnya Komunikasi Hangat dalam Keluarga
- 21 Mei 2026 12:50 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Kerusakan akhlak generasi muda dinilai semakin terlihat melalui lunturnya sopan santun serta kepedulian terhadap keluarga. Kondisi tersebut perlu menjadi dorongan untuk masyarakat kembali menanamkan keteladanan Nabi Ibrahim dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Parindu, Ageng Setia Perdana, mengatakan keluarga memiliki peranan penting membentuk karakter dan akhlak anak sejak usia dini. Orang tua perlu menunjukkan keteladanan nyata dalam berbagai aktivitas dalam rumah tangga, agar nilai agama mudah diterapkan anak-anak.
“Banyak orang tua sekarang sibuk memenuhi kebutuhan materi, tetapi kurang menghadirkan keteladanan spiritual untuk anak-anaknya. Anak sebenarnya tidak hanya membutuhkan uang, melainkan juga perhatian, kedekatan emosional, dan contoh kehidupan beragama,” kata Ageng dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sanggau, Kamis 21 April 2026.
Ia menyampaikan, keteladanan Nabi Ibrahim dapat diterapkan melalui komunikasi hangat antara orang tua bersama anak dalam lingkungan keluarga. Pendekatan emosional dianggap mampu membangun kedekatan sehingga anak lebih mudah menerima nasihat serta arahan kehidupan.
“Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah berat dari Allah, beliau tetap mengedepankan dialog bersama keluarganya terlebih dahulu. Pendekatan penuh kasih sayang seperti itulah yang seharusnya diterapkan keluarga menghadapi tantangan pergaulan modern,” katanya.
Ageng menerangkan perkembangan era teknologi saat ini membawa pengaruh besar terhadap pola komunikasi keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gawai berlebihan dapat mengurangi interaksi langsung sehingga hubungan emosional perlahan menjadi semakin renggang.
“Masyarakat diajak membangun keluarga berlandaskan iman. Keteladanan Nabi Ibrahim diharapkan mampu menjadi benteng moral menghadapi perubahan zaman serta derasnya pengaruh teknologi,” ungkapnya.
Tambah Ageng, harapannya masyarakat mulai membiasakan komunikasi terbuka, pengawasan bijak, serta pendidikan agama dalam lingkungan keluarga masing-masing. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat akhlak generasi muda sekaligus menciptakan keluarga lebih harmonis dan beriman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....