Hikmah Ritual Haji Wujud Cinta Ketundukan Allah SWT

  • 04 Jun 2026 08:06 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sarat dengan makna penghambaan, pengorbanan, dan cinta kepada Allah SWT. Setiap rangkaian ritual yang dijalankan oleh jemaah tidak hanya menjadi pelaksanaan kewajiban agama, tetapi juga mengandung pelajaran hidup yang mendalam bagi setiap muslim.

Pengawas Madrasah Kabupaten Sanggau, Qomar Laela, mengatakan ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu. Menurutnya, seluruh rangkaian ibadah haji merupakan simbol kepatuhan dan ketundukan seorang hamba kepada perintah Allah SWT.

"Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang mengajarkan penghambaan, pengorbanan, cinta, serta ketundukan kepada Allah SWT," Ungkap Qomar Laela dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan haji diawali dengan niat dan ihram, pakaian ihram yang sederhana menjadi simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT, tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Ihram juga mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan kesombongan duniawi dan memasuki fase penghambaan yang tulus, setelah ihram, jemaah melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.

Menurut Qomar, tawaf melambangkan bahwa Allah SWT harus menjadi pusat kehidupan seorang muslim sehingga seluruh aktivitas dan tujuan hidup senantiasa berorientasi pada keridaan-Nya. Rangkaian berikutnya adalah sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah yang mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS, ritual ini mengajarkan pentingnya ikhtiar secara sungguh-sungguh disertai sikap tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT atas setiap hasil yang diperoleh.

"Ihram mengajarkan kesetaraan dan keikhlasan, sementara tawaf dan sa'i mengingatkan umat Islam untuk menjadikan Allah sebagai tujuan hidup serta berikhtiar dengan penuh tawakal," ujarnya.

Di tambahkan, puncak ibadah haji berlangsung saat wukuf di Arafah, pada momen tersebut, jutaan umat Islam berkumpul untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Wukuf juga menjadi pengingat akan Padang Mahsyar, sehingga mendorong setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri dan memperbanyak taubat.

Berikutnya kata Qomar, setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah dan mengumpulkan batu kerikil untuk prosesi lempar jumrah di Mina. Ritual ini melambangkan perlawanan terhadap godaan setan dan hawa nafsu serta mengajarkan keteguhan iman dalam menolak segala bentuk kemaksiatan.

Selain itu, penyembelihan hewan kurban menjadi simbol pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai tersebut mengajarkan bahwa cinta kepada Allah SWT harus diwujudkan melalui ketaatan dan kesediaan berkorban demi menjalankan perintah-Nya.

Qomar menyampaikan bahwa haji yang mabrur tidak hanya ditandai dengan gelar haji, tetapi juga perubahan sikap, akhlak, dan meningkatnya kepedulian terhadap sesama. Ia mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari setiap ritual haji dan menerapkan nilai kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, serta ketundukan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....