Akhlak Mulia Pondasi Membangun Keluarga Harmonis Berlandaskan Keimanan Islam

  • 06 Jul 2026 08:01 WIB
  •  Entikong

RRI.CO,ID, Entikong - Akhlak mulia menjadi salah satu pondasi utama dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis sekaligus menciptakan masyarakat yang saling menghormati. Di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi yang berkembang sangat cepat, umat Islam diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai keimanan agar tidak kehilangan jati diri sebagai pribadi yang berakhlak baik.

Penghulu Kantor Urusan Agama( KUA) Kecamatan Noyan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Feri Yanto, mengatakan bahwa keteladanan merupakan cerminan keimanan seseorang. Semakin kuat hubungan seorang Muslim dengan Allah SWT, maka akan semakin baik pula perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Akhlak mulia tidak lahir begitu saja, tetapi dibangun melalui keimanan yang kuat, ibadah yang istiqamah, serta kebiasaan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar," kata Feri Yanto dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Senin 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran sangat besar dalam membentuk karakter anak. Orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi harus menjadi contoh nyata melalui sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menghormati orang lain.

Menurutnya, perkembangan dunia digital membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Banyak masyarakat menjadi kurang mampu mengendalikan diri karena terlalu larut dalam media digital sehingga melupakan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, kondisi tersebut dapat memengaruhi akhlak apabila tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang baik.

Feri mengatakan bahwa menjadi teladan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga sopan santun, membantu sesama, menghargai perbedaan, bertanggung jawab terhadap amanah, serta membiasakan komunikasi yang baik dalam keluarga. Kebiasaan tersebut akan membentuk pribadi yang dipercaya dan dihormati oleh masyarakat.

Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus bangsa sekaligus penerus nilai-nilai Islam. Oleh sebab itu, generasi muda perlu menjadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai pedoman hidup agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan akhlak dan identitas sebagai Muslim.

"Keteladanan dimulai dari akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan generasi muda harus menjadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai pedoman hidup," jelasnya.

Lebih lanjut, Fery Yanto menekankan bahwa hubungan antara keimanan dan akhlak tidak dapat dipisahkan. Keimanan menjadi pondasi, sedangkan akhlak merupakan buah yang tampak dalam perilaku sehari-hari, ketika seseorang menjaga keimanannya, maka sikap menghormati, peduli, jujur, dan bertanggung jawab akan tumbuh secara alami.

"Marilah kita membangun keluarga yang menjadi teladan, memperkuat keimanan, menjaga akhlak mulia, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat, dengan demikian, kehidupan akan menjadi lebih harmonis, penuh keberkahan, dan diridhai Allah SWT," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....