Mengampuni Dinilai Sebagai Proses Batin Paling Berat
- 03 Mei 2026 08:18 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Mengampuni orang yang bersalah adalah perbuatan yang sulit dilakukan karena menuntut kemampuan untuk melepaskan amarah dan dendam dalam hati. Guru Agama Katolik, Matius Nata dalam Obrolan Mutiara Pagi Protestan RRI Sanggau Minggu 3 Mei 2026, menilai kondisi ini sering kali membuat seseorang terjebak dalam luka masa lalu dan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.
Ia melihat bahwa mengampuni tidak bisa dianggap tindakan yang terjadi begitu saja, namun melalui proses-proses di dalam batin yang menuntut kesanggupan untuk melepaskan amarah dan dendam. Menurutnya, begitu banyak orang yang sebetulnya terjebak pada luka masa lalu dan tanpa disadari dapat membuat proses memaafkan menjadi sulit dilakukan.
| Baca juga: Menyiapkan Diri Menjadi Tamu Allah |
"Mengampuni itu adalah salah satu hal yang sangat sulit dan berat untuk dilakukan dalam kehidupan, bahkan oleh siapapun," kata Matius Nata.
Nata mengatakan, perasaan yang cenderung tersakiti seringkali mengubah cara seseorang dalam memandang orang lain dan lingkungan sekitarnya. Jika terus dibiarkan, maka bisa merusak hubungan sosial yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
| Baca juga: Cinta Dunia Jangan Kalahkan Iman |
"Dalam hidup, kita semua pasti pernah mengalami yang namanya disakiti oleh sesama atau menyakiti orang lain dan itu semua adalah sifat manusiawi kita sebagai manusia," ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa saat ini ada begitu banyak masalah muncul bukan dikarenakan peristiwa besar, melainkan karena kata-kata dan perbuatan kecil yang tidak dijaga. Hal sesederhana itu, sering menjadi faktor utama munculnya luka di hati yang bisa menciptakan dendam.
"Kita harus senantiasa selalu berhati-hati dan bijak dalam bertutur kata maupun bersikap agar tidak menyakiti orang-orang yang ada disekitar kita," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....