Bongkar Rahasia Rumah Tangga Surga yang Realistis dan Setara

  • 29 Apr 2026 08:11 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Banyak pasangan mendambakan rumah tangga yang harmonis dan penuh kebahagiaan, namun realitas sering kali menghadirkan dinamika yang tidak selalu berjalan mulus. Di balik impian “rumah tangga surga”, terdapat prinsip mendasar yang tidak boleh diabaikan, yakni pentingnya keseimbangan peran, hak, dan kewajiban yang harus dipahami serta dijalankan secara nyata oleh kedua pasangan agar keharmonisan tidak hanya menjadi angan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Dosen Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dinda Izzati, menjelaskan bahwa konsep ideal dalam sebuah rumah tangga pada hakikatnya bersifat relatif dan tidak dapat diseragamkan, karena sangat dipengaruhi oleh tujuan awal serta visi yang dibangun sejak sebelum pernikahan berlangsung. Fondasi utama dalam membangun keluarga yang kokoh terletak pada pemahaman yang utuh mengenai hak dan kewajiban masing-masing pasangan, sehingga tercipta hubungan yang seimbang, saling menghargai, dan berkelanjutan.

"Tujuan menikah itu bukan sekadar memenuhi ekspektasi, tetapi bagaimana mencapai sakinah, mawadah, dan warohmah. Itu terwujud ketika ada keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri," ungkap Dinda dalam Obrolan Pengarusutamaan Gender RRI Sanggau, Senin, 27 April 2026, ujar Dinda.

Dinda menjelaskan bahwa keseimbangan dalam rumah tangga tidak semata-mata berbicara mengenai pembagian peran yang kaku, melainkan juga menyangkut bagaimana pasangan mampu saling melengkapi, memahami, dan menguatkan satu sama lain dalam berbagai situasi. Hubungan yang sehat dan harmonis lahir dari kesadaran bersama untuk saling memenuhi hak masing-masing dengan penuh tanggung jawab, sehingga tercipta ikatan yang tidak hanya kuat secara emosional, tetapi juga berlandaskan rasa saling menghargai dan keadilan.

Ia katakan bahwa menjaga nama baik pasangan serta membangun komunikasi penuh kasih menjadi bagian penting dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini mencerminkan makna mendalam dari hubungan suami istri sebagai “pakaian” satu sama lain.

"Rumah tangga itu bukan soal terlihat bahagia dari luar, tapi bagaimana pasangan bisa menciptakan kebahagiaan versinya sendiri. Bahkan hal sederhana bisa jadi sumber kebahagiaan," jelasnya.

Konflik dalam rumah tangga, kata Dinda, merupakan hal yang wajar dan nyaris tidak bisa dihindari dalam perjalanan sebuah hubungan. Namun demikian, yang menjadi penentu bukanlah hadir atau tidaknya konflik, melainkan bagaimana pasangan menyikapi dan meresponsnya, apakah dengan kedewasaan yang memperkuat ikatan, atau justru dengan emosi yang memperlebar jarak dan merenggangkan hubungan.

"Sering bercanda itu juga dianjurkan dalam rumah tangga, karena bisa menciptakan kebahagiaan. Tapi tetap ada batasannya dan harus dibarengi komunikasi yang baik," katanya.

Dinda mengingatkan pasangan untuk tidak terjebak pada standar kebahagiaan orang lain dalam membangun rumah tangga. Kunci utama keluarga harmonis adalah keseimbangan, komunikasi, dan kesadaran menjalankan peran masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....