Minimnya Kebiasaan Memilah Sampah Hambat Produksi Pupuk Organik
- 18 Mei 2026 19:48 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos masih menghadapi tantangan di masyarakat. Kendala adalah rendahnya kebiasaan warga memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, akibatnya pengolahan limbah menjadi pupuk organik masih belum berjalan maksimal di daerah, termasuk Kabupaten Sanggau.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Minarman Minok, menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, limbah rumah tangga sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan apabila dikelola dengan baik.
“Persoalan terbesar saat ini bukan pada teknologi pengolahan pupuk organik, melainkan kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah dari rumah masing-masing,” kata Minarman Minok dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 18 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur sangat mudah diolah menjadi kompos apabila dipisahkan sejak awal. Namun, kebanyakan sampah masih tercampur dengan plastik dan bahan anorganik lainnya sehingga menyulitkan proses pengolahan dan menurunkan kualitas pupuk yang dihasilkan.
“Kalau masyarakat sudah disiplin memilah sampah organik dan anorganik, maka proses pembuatan pupuk kompos akan lebih cepat, murah, dan hasilnya juga lebih berkualitas,” katanya.
Menurutnya, edukasi dan pendampingan masyarakat penting untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang baik. Pemerintah daerah melalui penyuluhan terus mendorong kelompok tani maupun masyarakat umum agar memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Selain mengurangi volume sampah rumah tangga, kata Minarman, pemanfaatan limbah organik juga dinilai membantu petani menekan biaya produksi pertanian. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat memilah sampah, diharapkan produksi pupuk kompos lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....