Guru Katolik Ajak Umat Memuliakan Allah
- 08 Feb 2026 07:21 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Di tengah kehidupan sosial yang kian diwarnai sikap individualistis, ajakan untuk menjadi terang bagi sesama kembali mengemuka dalam refleksi iman. Nilai ini ditekankan sebagai panggilan nyata agar kehadiran orang beriman memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Guru agama Katolik Kabupaten Sanggau, Bilasius Bagung, menjelaskan bahwa setiap pribadi beriman dipanggil untuk menghadirkan terang dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kemuliaan Allah dapat semakin nyata melalui sikap dan perbuatan umat di tengah masyarakat.
Menurutnya, pesan agar terang menyinari semua orang bukan sekadar nasihat rohani, melainkan tuntutan konkret dalam bersikap. Terang dimaknai sebagai hidup yang dilandasi kasih, kejujuran, dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang.
“Tindakan kecil seperti bersikap jujur, saling menghormati, dan mau menolong sesama sudah menjadi wujud nyata dari terang itu sendiri,” ujar Bilasius dalam program Mutiara Pagi Katolik RRI Entikong, Minggu 8 Februari 2026.
Ia menambahkan, tantangan kehidupan modern kerap menyeret manusia pada egoisme dan sikap mementingkan diri sendiri. Dalam situasi tersebut, kehadiran pribadi-pribadi yang mau menjadi terang dinilai semakin dibutuhkan.
Bilasius juga menjelaskan bahwa hidup sesuai ajaran kasih berarti memiliki hati yang siap mengampuni, bahkan ketika disakiti. Sikap tersebut menjadi kesaksian iman yang dapat dirasakan langsung oleh orang lain.
“Hidup kita bisa menjadi kesaksian iman yang paling kuat. Kesaksian itu diyakini mampu mendorong orang lain untuk memuliakan Allah melalui pengalaman akan kebaikan,” ucapnya.
Pesan ini kata Bilasius diharapkan menginspirasi umat, khususnya generasi muda, agar berani menghadirkan iman dalam tindakan nyata. Dengan menjadi terang bagi sesama, iman tidak berhenti pada kata-kata, tetapi hidup dan berbuah dalam keseharian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....