Strategi Penentuan Porsi MBG Sesuai Jenjang Sekolah Siswa
- 17 Jun 2026 07:56 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Penentuan porsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan gizi peserta didik agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal. Perbedaan usia, aktivitas, serta kebutuhan energi menjadi dasar dalam penyusunan porsi makanan bagi siswa di setiap tingkatan sekolah.
Ahli Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M.Th. Djaman Sanggau, Dwi Mustika Wati, mengatakan bahwa porsi MBG tidak dapat disamaratakan untuk seluruh peserta didik. Menurutnya, kebutuhan energi anak usia PAUD dan SD tentu berbeda dengan siswa SMP maupun SMA yang sedang mengalami masa pertumbuhan lebih cepat.
“Penentuan porsi MBG harus mempertimbangkan kelompok usia dan jenjang sekolah karena kebutuhan energi, protein, vitamin, serta mineral setiap anak berbeda. Semakin tinggi jenjang sekolah, umumnya kebutuhan gizinya juga meningkat seiring pertumbuhan dan aktivitas yang lebih besar,” ungkap Dwi Mustika Wati dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, siswa PAUD dan SD memerlukan porsi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar tanpa berlebihan. Sementara itu, siswa SMP dan SMA membutuhkan asupan energi yang lebih tinggi karena memasuki masa remaja yang ditandai dengan pertumbuhan fisik dan peningkatan aktivitas sehari-hari.
“Komposisi makanan dalam MBG juga harus seimbang, terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayur, buah, serta air minum yang cukup. Dengan demikian, kebutuhan gizi harian anak dapat terpenuhi secara lebih optimal,” katanya.
Menurutnya, penyusunan menu MBG tidak hanya memperhatikan jumlah makanan, tetapi juga kualitas gizi dan variasi menu. Langkah ini penting untuk mencegah kebosanan sekaligus memastikan anak memperoleh berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.
Dwi berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus memperhatikan prinsip gizi seimbang dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada setiap jenjang pendidikan. Dengan porsi yang tepat dan menu yang berkualitas, program tersebut diharapkan mampu mendukung kesehatan, meningkatkan konsentrasi belajar anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....