Uskup Agung Ende Tekankan Pemulihan Pascagempa Harus Menyasar Kelompok Rentan
- 19 Sep 2026 20:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menegaskan bahwa penanganan pascagempa bumi Flores perlu terus dilanjutkan, terutama memasuki musim hujan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan perdana Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Keuskupan Agung Ende, Sabtu 19 September 2026 di Pendopo Istana Keuskupan.
Mgr. Paulus mengatakan masih terdapat kelompok masyarakat yang karena kondisi tertentu belum dapat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah bencana. Kelompok tersebut terutama mencakup kelompok rentan, seperti anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Menurut dia, distribusi bantuan domestik kepada masyarakat terdampak tetap akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Pelayanan kesehatan juga akan diteruskan dengan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain pelayanan kesehatan, Keuskupan Agung Ende akan melanjutkan pendampingan pastoral dan trauma healing bagi masyarakat terdampak gempa. Pendampingan tersebut tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada kelompok orang dewasa yang mengalami dampak psikologis akibat bencana.
Mgr. Paulus menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi menjadi salah satu fokus baru dalam tahapan penanganan pascagempa. Keuskupan Agung Ende akan mendampingi umat yang terdampak dan membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan ekonomi mereka.
Selain pemulihan ekonomi, rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat juga menjadi perhatian. Pelaksanaan program tersebut membutuhkan pendataan yang akurat, penggalangan sumber daya, serta komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak di dalam maupun di luar Keuskupan Agung Ende.
Ia mengatakan umat dan masyarakat yang terdampak menjadi kelompok sasaran utama dalam seluruh proses pemulihan pascagempa. Dengan data yang semakin baik, Keuskupan Agung Ende dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih tepat dan mendorong pemerintah sebagai penanggung jawab utama untuk memberikan perhatian kepada warga yang masih membutuhkan bantuan dalam masa transisi dan pemulihan.
Kelompok sasaran berikutnya adalah Gereja sendiri, khususnya dalam kaitan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai fasilitas milik Keuskupan Agung Ende. Menurut Mgr. Paulus, proses tersebut merupakan pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan perhatian dan komitmen berkelanjutan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya dedikasi serta kontribusi waktu dan pikiran dari seluruh anggota Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi. "Kolaborasi antaranggotanya dinilai menjadi hal penting agar tim dapat menjalankan tugas secara efektif dan membantu Uskup Agung serta Kuria Keuskupan Agung Ende melaksanakan tanggung jawab pelayanan," ujarnya.
Mgr. Paulus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota tim yang telah bersedia mengambil bagian dalam tugas penanggulangan bencana. Ia berharap seluruh bentuk kontribusi dan kolaborasi dapat memperkuat kerja tim dalam mendampingi umat dan masyarakat terdampak.
Ia menegaskan jikaTim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi merupakan tim Keuskupan Agung Ende yang bekerja atas nama Keuskupan dan Kuria. Karena itu, meskipun para anggota berasal dari berbagai latar belakang, seluruhnya membawa identitas dan tanggung jawab yang sama sebagai bagian dari Keuskupan Agung Ende dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan pelayanan pascagempa.
"Semangat kebersamaan tersebut menjadi dasar bagi tim dalam melaksanakan berbagai program pemulihan," katanya. Keuskupan Agung Ende melalui tim akan terus berupaya mendampingi umat dan masyarakat terdampak dalam menghadapi proses transisi, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....