BPBD Ende Dorong Pendidikan Kebencanaan Masuk Kurikulum
- 18 Sep 2026 12:44 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – BPBD Kabupaten Ende mendorong pendidikan kebencanaan diperkuat di setiap jenjang sekolah sebagai bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat pascagempa Flores. Pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan layanan pemulihan psikososial bagi warga yang masih mengalami trauma akibat bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Ende, Marcelus Eklesianus Meta, mengatakan masyarakat yang hidup di wilayah rawan bencana perlu memiliki pengetahuan dan kebiasaan menghadapi ancaman alam sejak dini. Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat dikembangkan dengan mengangkat kondisi kebencanaan setempat sebagai bagian dari kearifan lokal.
“Potensi bencana itu sejatinya bagian dari kearifan lokal yang kita miliki. Oleh karena itu, kita perlu mendorong penguatan kearifan lokal berupa pendidikan kebencanaan di setiap jenjang sekolah,” ucap Marcelus dalam program florata pagi Pro 1 RRI Ende Rabu,16 September2026.
Menurut Marcelus, pendidikan kebencanaan tidak hanya bertujuan mengenalkan jenis ancaman bencana. Materi tersebut perlu membentuk kemampuan siswa mengenali risiko, mengambil tindakan yang tepat, serta memahami prosedur keselamatan ketika terjadi keadaan darurat.
Penguatan edukasi tersebut menjadi bagian dari penanganan pada masa transisi darurat pascagempa. Pemerintah Kabupaten Ende melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan dukungan pemulihan psikologis kepada masyarakat terdampak.
Tim lintas sektoral yang dilibatkan antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjangkau warga yang masih mengalami ketakutan dan membutuhkan pendampingan setelah bencana.
Layanan trauma healing menjadi salah satu bentuk dukungan selama proses pemulihan. Pendekatan tersebut penting terutama bagi anak-anak dan warga yang mengalami tekanan psikologis akibat gempa maupun perubahan kondisi tempat tinggal selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan diimbau mulai kembali menjalankan aktivitas normal. Pemerintah tetap meminta masyarakat menjaga kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi pascabencana.
Penguatan pendidikan kebencanaan dan layanan psikososial diharapkan tidak berhenti selama masa pemulihan. Langkah tersebut menjadi investasi kesiapsiagaan agar masyarakat Ende memiliki kemampuan menghadapi risiko bencana yang dapat terjadi kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....