Mimbar Agama Katolik: Tiga Syarat Utama Mengikuti Yesus
- 31 Agt 2026 08:37 WIB
- Ende
Poin Utama
- Theresia menyampaikan bahwa terdapat tiga sikap penting yang harus dimiliki setiap orang yang ingin mengikuti Yesus, yakni menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus.
- Menyangkal diri berarti mampu mengendalikan ego, keinginan dan kepentingan pribadi ketika semuanya bertentangan dengan kehendak Tuhan.
- Memikul salib berarti setia menjalani tanggung jawab dan berbagai persoalan hidup dengan iman kepada Tuhan,
RRI.CO.ID,Ende - Mimbar Agama Katolik yang disiarkan pada Minggu,30 Agustus 2026 mengangkat tema “Syarat Mengikuti Yesus” dengan dasar perikop Injil Matius 16:21-27. Materi dibawakan oleh Theresia Mida, S.Ag, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende.
Dalam renungannya, Theresia menjelaskan bahwa mengikuti Yesus bukan sekadar menjadi pengikut secara identitas, tetapi merupakan panggilan untuk menjalani kehidupan yang berlandaskan iman, pengorbanan dan kesetiaan kepada kehendak Allah. Ia mengajak umat Katolik untuk memahami kembali pesan Yesus kepada para murid mengenai jalan penderitaan yang harus ditempuh-Nya.
Dalam Injil Matius 16:21-27, Yesus menyampaikan bahwa diri-Nya harus pergi ke Yerusalem, mengalami penderitaan, dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Menurut Theresia, perkataan Yesus tersebut menunjukkan bahwa jalan keselamatan tidak selalu identik dengan kenyamanan dan keberhasilan menurut ukuran manusia.
Mengikuti Kristus berarti berani menerima dan menjalani konsekuensi iman dengan penuh ketekunan. “Barangsiapa hendak mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku,” demikian inti pesan Yesus yang menjadi dasar permenungan dalam Mimbar Agama Katolik tersebut.
Theresia menyampaikan bahwa terdapat tiga sikap penting yang harus dimiliki setiap orang yang ingin mengikuti Yesus, yakni menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus. Menyangkal diri, jelas Theresia, bukan berarti merendahkan atau menghilangkan harga diri sebagai manusia.
Menyangkal diri berarti mampu mengendalikan ego, keinginan dan kepentingan pribadi ketika semuanya bertentangan dengan kehendak Tuhan. Umat diajak untuk tidak menjadikan kepentingan diri sendiri sebagai pusat kehidupan.
Sebaliknya, setiap orang dipanggil untuk menempatkan kehendak Allah sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Syarat berikutnya adalah memikul salib.
Menurut Theresia, salib dalam kehidupan dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti persoalan keluarga, kesulitan ekonomi, pekerjaan, sakit, kegagalan maupun berbagai tantangan kehidupan lainnya. Salib tersebut tidak boleh dipandang semata-mata sebagai beban, tetapi sebagai bagian dari perjalanan iman.
Dengan iman yang kuat, setiap penderitaan dapat dihadapi dengan ketabahan sambil tetap berharap kepada Tuhan. “Memikul salib berarti setia menjalani tanggung jawab dan berbagai persoalan hidup dengan iman kepada Tuhan,” jelasnya.
Sementara itu, mengikuti Yesus berarti menjadikan kehidupan dan ajaran Kristus sebagai teladan. Umat tidak hanya dipanggil untuk mengetahui ajaran Yesus, tetapi juga mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Theresia mengajak umat untuk menghadirkan kasih, pengampunan, kerendahan hati, kepedulian serta pelayanan kepada sesama. Dengan demikian, iman tidak berhenti pada kata-kata, tetapi tampak melalui tindakan nyata.
Ia juga mengingatkan umat agar tidak mengejar keselamatan hanya berdasarkan keberhasilan duniawi. Yesus dalam Injil Matius 16:26 mengingatkan bahwa apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya.
Pesan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk menempatkan kehidupan rohani sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup. Kekayaan, jabatan dan keberhasilan duniawi memiliki nilai yang terbatas apabila tidak disertai kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Melalui Mimbar Agama Katolik tersebut, umat diajak untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan iman masing-masing. Mengikuti Yesus membutuhkan keberanian untuk menyangkal diri, kesediaan memikul salib dan kesetiaan untuk terus berjalan bersama Kristus.
Theresia menegaskan bahwa menjadi pengikut Yesus merupakan sebuah panggilan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja maupun masyarakat. Dengan menghayati pesan Injil Matius 16:21-27, umat diharapkan semakin mampu menjalani kehidupan dengan iman yang teguh, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan serta senantiasa mengutamakan kehendak Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....