Salurkan Bantuan Tanggap Darurat, Menag Dorong Pendidikan Harus Tetap Berjalan
- 04 Sep 2026 13:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar, Kamis 3 September 2026. Bantuan tersbut berupa sebanyak 16 Temporary Learning Space (TLS) atau ruang belajar sementara, serta 1.000 school kit yang diserahkan secara simbolis di MAN Manggarai Barat.
Menteri Nasaruddin menegaskan, bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan pendidikan dan layanan keagamaan. “Bagi saya, penyaluran bantuan ini belum cukup. Saya ingin turun langsung dan akhirnya hari ini saya bisa datang ke tempat ini,” ujarnya.
Selain membawa bantuan Menteri Agama juga memberikan pesan kuat tentang persaudaraan dan kemanusiaan. Nasaruddin mengatakan negara harus hadir dan memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri. Semangat tersebut terlihat dalam doa lintas agama yang dipanjatkan secara bergantian oleh perwakilan Katolik, Islam, Kristen dan Hindu untuk para korban, penyintas, keluarga terdampak, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
“Di hadapan kemanusiaan, kita semua adalah satu. Agama harus hadir secara nyata di bumi, merangkul, menghibur, dan menjadi pilar penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji,” katanya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto mengatakan jajaran Kemenag telah bergerak sejak awal gempa dengan melakukan pendataan kerusakan, memetakan kebutuhan, serta menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan bersama jajaran Kemenag di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.
Dari pendataan tersebut, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Sebanyak 16 ruang belajar sementara dan 1.000 paket perlengkapan sekolah disiapkan agar proses belajar anak-anak tetap berjalan, meskipun sejumlah fasilitas pendidikan belum dapat digunakan secara normal.
Bantuan pendidikan tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak untuk kembali belajar sekaligus mendapatkan ruang yang aman setelah mengalami situasi traumatis akibat gempa. Kehadiran ruang belajar sementara juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan sambil menunggu proses pemulihan sarana sekolah.
Di sisi lain, doa lintas agama yang berlangsung dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kekuatan bersama. Para tokoh agama memanjatkan doa bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga, korban luka, anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang kehilangan rumah, rumah ibadah dan fasilitas pendidikan.
Nasaruddin Umar berharap bantuan pemerintah yang diperkuat solidaritas masyarakat dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Flores. Ia mengajak pemerintah daerah, lembaga keagamaan, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong hingga masyarakat terdampak benar-benar pulih.
Penyerahan bantuan di MAN Manggarai Barat turut dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kemenag NTT dan Uskup Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus. Selain itu juga dihadiri para Kepala Kantor Kemenag kabupaten terdampak, perwakilan Keuskupan Ruteng, pimpinan organisasi keagamaan dan tokoh lintas agama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....