BPBD Ende Catat 3.429 Warga Masih Mengungsi
- 22 Agt 2026 17:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 3.429 warga atau 840 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, masih mengungsi pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang berdampak di wilayah tersebut. Para pengungsi tersebar di 72 titik pengungsian di 12 kecamatan.
Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende berdasarkan pemutakhiran data hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA.
Kepala BPBD Kabupaten Ende, Marselus Eclesianus Meta, ST, M.Eng., mengatakan gempa berdampak di 21 kecamatan. Selain menyebabkan warga mengungsi, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada rumah dan sejumlah fasilitas publik.
Berdasarkan data BPBD Ende, sebanyak 3.953 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 2.320 rumah rusak ringan, 870 rumah rusak sedang, dan 763 rumah rusak berat.
Dampak juga terjadi pada fasilitas pendidikan sebanyak 123 unit, fasilitas ibadah 55 unit, kantor pemerintah 49 unit, serta fasilitas kesehatan 33 unit.
Dari sisi korban, BPBD mencatat dua orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka berat, dan 69 orang mengalami luka ringan.
Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD Ende bersama Dinas PMD, PUPR, Perumahan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, TNI, dan Polres Ende melakukan pendataan, kaji cepat, serta penyaluran bantuan ke sejumlah lokasi terdampak.
Bantuan awal yang disalurkan meliputi beras, makanan siap saji, air mineral, terpal, tikar, dan selimut.
BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang masih diperlukan masyarakat, antara lain 28 unit tenda pengungsian atau posko dan 100 unit tenda keluarga.
Tenda pelayanan kesehatan juga dibutuhkan di Puskesmas Ahmad Yani, Kecamatan Pulau Ende, dan Puskesmas Watuneso, Kecamatan Lio Timur.
Selain tenda, kebutuhan mendesak lainnya meliputi 2.000 paket sembako, 1.000 kilogram beras, 500 dos air mineral, 2.000 liter air bersih, 1.000 matras atau tikar, 1.000 selimut, 500 lembar terpal, serta 50 unit MCK portabel.
BPBD Ende menyebut penanganan darurat masih menghadapi kendala berupa keterbatasan data dampak dan pemetaan kebutuhan dari sejumlah desa dan kelurahan terpencil.
Sementara itu, dari tujuh titik jalur transportasi yang sempat terganggu, lima titik telah kembali normal. Dua ruas yang masih sulit dilalui yakni Jalan Ndona–Aekipa dan Jalan Ende–Reka.
BPBD Ende mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah dan petugas di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....