Verifikasi Lanjutan Sasar 4.000 Titik Kerusakan Rumah akibat Gempa di Ende
- 02 Okt 2026 13:25 WIB
- Ende
Poin Utama
- BPBD Kabupaten Ende sedang memverifikasi sekitar 4.000 titik kerusakan rumah akibat gempa di wilayah Ende.
- Pendataan lanjutan dilakukan untuk menjangkau laporan kerusakan yang belum diperiksa pada tahap sebelumnya karena laporan diterima secara bertahap.
- Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Eclesianus Meta, menjelaskan proses pemeriksaan lapangan berlangsung dalam beberapa gelombang.
RRI.CO.ID, Ende - BPBD Kabupaten Ende masih harus memverifikasi sekitar 4.000 titik kerusakan rumah akibat gempa. Pendataan lanjutan dilakukan untuk menjangkau laporan kerusakan yang belum diperiksa pada tahap sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Eclesianus Meta, dalam program Florata Pagi Programa 1 RRI Ende, Jumat, 2 Oktober 2026, menjelaskan laporan kerusakan diterima secara bertahap dari masyarakat. Kondisi tersebut membuat proses pendataan dan pemeriksaan lapangan berlangsung dalam beberapa gelombang.
Menurut Marselus, BPBD tetap memproses laporan yang telah masuk tanpa harus menunggu seluruh wilayah menyelesaikan pendataan. Dengan demikian, verifikasi dapat berjalan secara bertahap mengikuti perkembangan laporan masyarakat.
"Dalam pendataan lanjutan, enumerator diarahkan memeriksa seluruh rumah yang mengalami kerusakan. Pemeriksaan juga mencakup rumah-rumah yang belum terdata pada pendataan gelombang pertama maupun kedua," katanya.
Marselus menyebut masih terdapat sejumlah rumah yang belum masuk dalam pendataan sebelumnya. Bahkan, di beberapa titik, hanya terdapat satu atau dua rumah yang perlu dipastikan kondisi kerusakannya.
Untuk melengkapi pendataan tersebut, BPBD Ende berkoordinasi dengan BNPB terkait pelaksanaan pendataan gelombang ketiga. Langkah ini dilakukan agar laporan kerusakan yang belum diperiksa dapat masuk dalam proses verifikasi.
Melalui pendataan lanjutan, BPBD Ende berupaya memastikan rumah-rumah terdampak gempa tidak terlewat dari proses pemeriksaan. Hasil verifikasi selanjutnya menjadi bagian dari pemutakhiran data kerusakan untuk penanganan pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....