Ribuan Jiwa Terdampak, Data Gempa Ende Diperbarui

  • 21 Agt 2026 21:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ende terus menerima bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bantuan yang datang secara bertahap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Ketua Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta, mengatakan hingga saat ini terdapat 23 pihak yang telah menyalurkan bantuan logistik. Empat pihak berasal dari unsur pemerintah, sedangkan 19 lainnya merupakan pelaku usaha.

Marselus mengatakan hampir seluruh bantuan yang telah diterima posko sudah didistribusikan kepada masyarakat berdasarkan data yang disampaikan camat, lurah, dan kepala desa.

Sementara logistik yang masih tersimpan di gudang merupakan bantuan yang baru tiba dan akan segera disalurkan setelah proses pendataan dilakukan.

Menurutnya, kendala utama dalam penanganan saat ini adalah pemutakhiran data warga terdampak serta pola kedatangan bantuan yang berlangsung secara bertahap. Kondisi tersebut membuat posko harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan logistik.

“Dampak pascagempa Flores wilayah kejadian sporadis merata hampir di 21 kecamatan dari 278 desa dan kelurahan,” ujar Marselus.

Ia mengatakan kebutuhan warga berbeda sesuai tingkat kerusakan rumah. Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, misalnya, membutuhkan tenda keluarga sebagai tempat tinggal sementara.

Untuk kebutuhan umum, masyarakat saat ini paling banyak membutuhkan sembako dan selimut. Sejumlah posko pengungsian komunal juga membutuhkan toilet portabel yang masih dalam perjalanan, sementara sebagian kebutuhan tandon air telah disalurkan.

Marselus mengatakan data sementara yang diterima Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ende mencatat lebih dari 3.300 jiwa terdampak gempa. Namun, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat warga terdampak yang belum tercatat dalam laporan resmi posko.

Kondisi tersebut ditemukan saat petugas bersama BNPB menyalurkan bantuan di wilayah Desa Peo Penggajawa. Sejumlah warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan berada di sepanjang jalur distribusi turut menyampaikan kebutuhan bantuan kepada petugas.

Menurut Marselus, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemutakhiran data secara menyeluruh agar seluruh masyarakat terdampak dapat terdata dan memperoleh bantuan sesuai kebutuhannya.

Atas perintah Bupati Ende, Posko Tanggap Darurat menggelar rapat koordinasi bersama para camat dan kepala desa pada Jumat malam, 21 Agustus 2026. Rapat tersebut dilakukan untuk memastikan data riil masyarakat terdampak.

Data yang telah diperbarui selanjutnya akan menjadi dasar pengajuan alokasi dana siap pakai kepada pemerintah pusat, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....