Brimob Ruteng Evakuasi dan Bersihkan Puing Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa

  • 16 Agt 2026 20:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Personel Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT melakukan pemeriksaan, pengamanan, evakuasi barang, dan pembersihan puing rumah warga yang runtuh akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Minggu 16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 10.15 WITA dan dipimpin Komandan Kompi (Danki) 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, IPTU Soleman W. Talo, S.H., bersama puluhan personel.

Kepada RRI, IPTU Soleman mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan yang terdampak gempa, mengamankan lokasi, sekaligus membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi.

“Kami datang untuk memastikan kondisi bangunan yang terdampak gempa, mengamankan lokasi, serta membantu masyarakat mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Kami juga memastikan tidak ada warga yang masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan,” katanya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada bagian bangunan yang masih berdiri namun berpotensi roboh. Petugas juga mengimbau warga agar tidak memasuki atau mendekati bangunan yang dinilai belum aman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bangunan yang sudah runtuh maupun bangunan yang mengalami keretakan. Keselamatan warga menjadi prioritas, apalagi gempa susulan masih dirasakan,” ujarnya.

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WITA menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Dimpong mengalami kerusakan. Berdasarkan pendataan sementara di lokasi, sebanyak 121 rumah terdampak gempa, terdiri atas 70 rumah mengalami rusak berat dan 51 rumah mengalami rusak ringan.

Personel Brimob juga melakukan pemeriksaan di sekitar puing bangunan untuk memastikan tidak ada warga yang tertimbun. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan korban jiwa maupun warga yang tertimbun di bawah reruntuhan.

Keluarga pemilik rumah diketahui telah keluar sebelum bangunan runtuh. Petugas kemudian membantu warga memeriksa dan mengamankan barang-barang berharga yang masih dapat diselamatkan dari dalam rumah dengan tetap memperhatikan kondisi struktur bangunan.

Selain melakukan evakuasi dan pembersihan, personel Brimob bersama perangkat desa melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan rumah, kondisi lingkungan, serta kebutuhan warga yang terdampak.

Di sejumlah lokasi ditemukan retakan tanah yang berpotensi memicu longsor apabila terjadi hujan. Akses jalan utama dan sejumlah jalan setapak juga tertutup puing bangunan.

Gangguan juga terjadi pada sumber air bersih dan saluran air warga. Sementara itu, masyarakat masih merasakan gempa susulan secara berkala sehingga sebagian warga memilih tetap berada di tempat yang lebih aman.

Data sementara mencatat Desa Dimpong memiliki 418 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 1.400 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan sekitar 500 warga dari keluarga yang rumahnya runtuh mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Dalam penanganan di lapangan, personel Brimob melibatkan perangkat Desa Dimpong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat. Lebih lanjut, Danki Soleman menegaskan, personel akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan dan lingkungan sekitar, terutama untuk mengantisipasi dampak gempa susulan.

“Kami bersama unsur terkait akan terus memantau kondisi di lokasi. Jika terjadi gempa susulan dengan getaran yang lebih kuat, masyarakat diminta segera menjauh dari bangunan yang rusak dan menuju tempat yang lebih aman,” ucapnya.

Penanganan di lokasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan penggunaan alat berat untuk membersihkan puing-puing bangunan.

Selain itu, warga terdampak membutuhkan tempat tinggal sementara karena sebagian keluarga yang rumahnya runtuh belum memiliki hunian pengganti.

Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi tenda darurat, bahan bangunan, makanan, air minum, obat-obatan, serta pemeriksaan struktur terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

Personel Brimob bersama unsur terkait akan melanjutkan pemantauan dan penanganan di Desa Dimpong guna memastikan keamanan warga serta membantu proses evakuasi dan pembersihan material bangunan yang terdampak gempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....