Polres Manggarai Rilis Update Korban Gempa, 31 Orang Meninggal Dunia

  • 24 Agt 2026 19:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Polres Manggarai kembali merilis data terbaru dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai. Hingga Sabtu 22 Agustus 2026 pukul 16.00 WITA, tercatat 31 orang meninggal dunia, sementara puluhan korban lainnya masih menjalani penanganan medis.

Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai, jumlah korban dan kerusakan masih bersifat dinamis seiring proses pendataan yang terus dilakukan di lapangan.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Manggarai AKP Putu Saba Nugraha, menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tercatat 31 orang. Identitas para korban telah disampaikan dalam rilis sebelumnya.

Sementara itu, sebanyak 58 korban masih mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, delapan orang masuk kategori merah atau luka berat dan menjalani perawatan intensif di RSUD Ruteng. Jumlah ini bertambah dua orang dibandingkan data sebelumnya.

Sebanyak 13 korban masuk kategori kuning atau luka sedang. Jumlah tersebut menurun dari sebelumnya 20 orang setelah tujuh pasien diperbolehkan pulang dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan.

Sedangkan korban kategori hijau atau luka ringan tercatat 37 orang dan seluruhnya menjalani perawatan secara rawat jalan.

Pada sektor kerusakan, jumlah fasilitas terdampak meningkat dari 6.773 menjadi 7.132 fasilitas. Kerusakan tersebut meliputi 37 fasilitas pemerintah, 342 fasilitas pendidikan, 13 fasilitas umum, 44 tempat ibadah, 6.634 fasilitas milik masyarakat, serta 62 fasilitas kesehatan.

Sementara itu, jumlah posko pengungsian bertambah menjadi 138 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan. Total warga yang mengungsi mencapai 34.848 jiwa. Meski jumlah posko bertambah 14 lokasi, jumlah pengungsi mengalami penurunan 571 jiwa dibandingkan data sebelumnya.

Sebaran pengungsi meliputi Kecamatan Langke Rembong sebanyak 1.026 jiwa di 28 posko, Reok 6.726 jiwa di 10 posko, Reok Barat 9.353 jiwa di 19 posko, Cibal 6.526 jiwa di 21 posko, Cibal Barat 1.503 jiwa di enam posko, dan Wae Ri’i 13.280 jiwa di 48 posko.

Selanjutnya, Satar Mese tercatat 225 jiwa di dua posko, Lelak 639 jiwa di tiga posko, Rahong Utara 3.415 jiwa di 12 posko, Satarmese Utara 1.927 jiwa di 26 posko, serta Kecamatan Ruteng sebanyak 1.446 jiwa di lima posko.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, bantuan logistik terus didistribusikan ke berbagai posko pengungsian. Bantuan tersebut berupa tenda, terpal, genset, bahan makanan, air minum, hingga layanan kesehatan.

Distribusi bantuan dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama TNI-Polri, BNPB, BPBD, relawan, serta berbagai unsur kemanusiaan lainnya.

Dalam penanganan pascabencana, kekuatan personel gabungan yang dikerahkan terdiri atas 160 personel Polri, 31 personel TNI, 83 personel Brimob gabungan dari Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri dan BKO Sat Brimob Polda Jawa Timur, lima personel Basarnas, serta enam personel BPBD Jawa Timur.

Kasi Humas Polres Manggarai menyebutkan data dampak gempa masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui berdasarkan laporan dari lapangan.

Polres Manggarai bersama seluruh unsur penanganan bencana terus melakukan pelayanan dan pengamanan di wilayah terdampak, termasuk patroli rutin untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah kondisi pascabencana.

“Polres Manggarai akan terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, memberikan pelayanan, perlindungan, pengamanan, serta mendukung seluruh proses penanganan dan pemulihan pascagempa. Setiap perkembangan situasi akan terus kami laporkan secara berkala kepada masyarakat,” tutup Kasi Humas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....