Polri Buka Tiga Wilayah Terisolir Pascagempa Flores NTT

  • 17 Agt 2026 08:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko mengungkap langkah cepat Polri menangani dampak gempa magnitudo 7,7 di Flores. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Minggu 16 Agustus 2026 malam, setelah jajaran melakukan penanganan bencana sejak hari pertama.

Kapolda menjelaskan penanganan memasuki hari kedua dengan fokus membuka akses wilayah terisolir dan mempercepat bantuan kepada masyarakat terdampak. Ia menyampaikan perkembangan tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Forkopimda NTT di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Rapat koordinasi dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait. Pertemuan itu menyepakati langkah terpadu untuk mempercepat penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores saat ini.

Salah satu keputusan rakor adalah membentuk Posko Utama di Labuan Bajo yang dikendalikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi untuk mengarahkan bantuan, personel, dan peralatan menuju wilayah yang membutuhkan penanganan segera di lapangan.

Usai rapat, rombongan pemerintah dan aparat dibagi menuju sejumlah daerah terdampak untuk memantau kondisi masyarakat serta fasilitas umum. Kapolda NTT bersama Forkopimda, Menteri PUPR, dan Dirjen PUPR bergerak menuju Kabupaten Ende untuk melihat situasi lapangan.

Di Ende, rombongan meninjau korban bencana, tempat ibadah rusak, serta lokasi pengungsian untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani. Kapolda mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan tugas Polri sekaligus kendala personel dalam penanganan bencana saat ini.

Ia juga ingin memastikan kondisi masyarakat terdampak diketahui langsung sehingga pertolongan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Menurutnya, kecepatan respons menjadi penting karena beberapa wilayah mengalami keterisolasian setelah gempa memicu longsor dan menghambat akses di lapangan.

Polri kemudian berhasil membuka akses menuju tiga wilayah yang sebelumnya terisolir akibat longsor dan kerusakan jalan setelah gempa. Tiga lokasi tersebut berada di Lamba Leda Utara Manggarai Timur, Reo Manggarai, dan Desa Dimpong Manggarai saat ini.

Di Lamba Leda Utara, Kapolres Manggarai Timur bersama personel berhasil menembus lokasi terisolir sekitar pukul lima pagi di lapangan. Personel langsung menemukan warga yang membutuhkan makanan, minuman, obat-obatan, serta pertolongan medis setelah akses berhasil dibuka saat ini.

Dalam penanganan tersebut, personel mengevakuasi seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat persalinan prematur menuju fasilitas kesehatan di lapangan.

Kapolda menyebut evakuasi berhasil dilakukan sehingga ibu tersebut dapat segera memperoleh perawatan medis di rumah sakit saat ini.

Akses kedua yang berhasil ditembus berada di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, setelah sebelumnya masyarakat mengalami keterisolasian akibat bencana. Personel Polres Manggarai menyalurkan bantuan sekaligus mendirikan posko dan tenda tanggap darurat untuk warga terdampak secara cepat kini.

Wilayah ketiga berada di Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, yang informasinya diterima polisi melalui media sosial. Polda NTT merespons laporan tersebut dengan mengirim personel Brimob untuk menjangkau masyarakat yang belum memperoleh bantuan saat ini.

Personel Brimob kemudian berhasil mengevakuasi warga yang terisolir dan membawa mereka menuju lokasi yang lebih aman setelah bantuan diberikan. Kapolda menilai respons terhadap laporan masyarakat melalui media sosial membantu mempercepat penanganan wilayah yang sulit dijangkau saat ini.

Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, Kapolri mengirim tambahan personel dan peralatan dari Mabes Polri menuju wilayah terdampak Flores di lapangan. Sebanyak seratus personel Brimob berkualifikasi SAR disiapkan untuk memperkuat pencarian dan pertolongan korban bencana secara cepat di lapangan.

Dukungan tersebut diarahkan terutama untuk pencarian korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan bangunan terdampak gempa di lapangan. Selain Brimob, Mabes Polri mengirim empat belas personel Tim DVI dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri saat ini.

Tim DVI disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban apabila ditemukan dalam kondisi yang memerlukan pemeriksaan khusus oleh petugas. Mabes Polri juga mengirim sepuluh anjing K9 berkemampuan SAR bersama dua puluh satu personel pawang dan pendukung di lapangan.

Anjing pelacak tersebut dipersiapkan membantu pencarian korban di bawah reruntuhan yang berisiko apabila dilakukan secara manual oleh personel. Dukungan lain mencakup sembilan personel Tim Humas serta tiga personel Tim Logistik untuk memperkuat operasi penanganan bencana di lapangan.

Perhatian Polri tidak hanya diarahkan pada penyelamatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa saat ini. Mabes Polri mengirim tim kesehatan dan trauma healing untuk berkolaborasi dengan tim Polda NTT di lokasi pengungsian di lapangan.

Polda NTT memiliki konselor dan terapis yang menggunakan metode U-SEFT atau Ultimate The Source Body Mind Soul Emotional Freedom Technique. Metode tersebut telah diterapkan sejumlah Polres, termasuk Polres Ende, kepada anak-anak yang mengalami trauma setelah bencana saat ini.

Kapolda mengatakan pendampingan psikologis diperlukan karena anak-anak masih menghadapi rasa takut setelah mengalami guncangan dan kehilangan tempat tinggal.

Tim trauma healing Polres Ende telah melakukan pendampingan melalui kegiatan yang membantu anak-anak merasa lebih aman di pengungsian.

Dukungan transportasi juga diperkuat karena jarak geografis antara Pulau Flores dan Pulau Timor menjadi tantangan mobilisasi personel di lapangan. Kapolri memberikan satu unit pesawat CASA dari Korpolairud Baharkam Polri untuk mendukung transportasi selama penanganan bencana saat ini.

Pesawat tersebut digunakan untuk mempercepat pergerakan personel dan bantuan menuju wilayah terdampak yang membutuhkan dukungan segera saat ini. Mabes Polri juga mengirim makanan cepat saji, minuman, tenda, velbed, dan obat-obatan untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak di lapangan.

Berdasarkan data Polda NTT hingga pukul 18.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia mencapai lima puluh lima orang di lapangan. Selain itu, sebanyak enam puluh tujuh orang mengalami luka berat dan seratus dua puluh tiga orang luka ringan.

Jumlah pengungsi tercatat tujuh ribu enam ratus tujuh puluh orang yang tersebar pada tiga puluh delapan titik pengungsian. Para pengungsi tersebut berada di tujuh kabupaten dan membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat saat ini.

Polda NTT memberikan perhatian khusus kepada pengungsi mandiri yang masih berada di lokasi dengan fasilitas perlindungan terbatas di lapangan. Makanan, air bersih, obat-obatan, tenda, selimut, dan kasur menjadi kebutuhan yang terus didistribusikan kepada warga terdampak saat ini.

Penentuan lokasi pengungsian sementara maupun tempat yang dapat digunakan lebih lama akan dikoordinasikan bersama BPBD dan pemerintah daerah. Koordinasi tersebut diperlukan agar penempatan warga mempertimbangkan keamanan lokasi serta ketersediaan kebutuhan dasar selama masa pemulihan saat ini.

Polri juga menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan yang sempat mengalami keterisolasian setelah gempa mengguncang sejumlah kawasan Flores di lapangan.

Melalui Ditpolairud Polda NTT, bantuan makanan dan minuman disalurkan kepada masyarakat di Pulau Palue secara cepat di lapangan.

Kapolda menegaskan setiap laporan masyarakat mengenai kebutuhan bantuan akan ditindaklanjuti, termasuk informasi yang diterima melalui media sosial di lapangan.

Respons cepat terhadap laporan tersebut menjadi salah satu cara polisi menemukan lokasi warga yang belum tersentuh bantuan di lapangan.

Di tengah banyaknya warga yang mengungsi, Polda NTT meningkatkan patroli pada kawasan permukiman yang ditinggalkan sementara oleh masyarakat. Patroli dilakukan untuk memastikan rumah dan aset warga tetap aman selama situasi tanggap darurat berlangsung secara cepat kini.

Pengamanan permukiman juga diarahkan untuk mencegah tindak kriminal yang memanfaatkan kondisi rumah kosong akibat warga mengungsi saat ini. Jajaran Polres diminta menyesuaikan pola patroli berdasarkan kondisi keamanan dan laporan masyarakat di masing-masing wilayah secara cepat kini.

Gangguan jaringan komunikasi dan listrik menjadi kendala penanganan bencana, terutama pada sejumlah wilayah seperti Kabupaten Nagekeo saat ini. Kondisi tersebut berpotensi memperlambat pelaporan lapangan serta koordinasi distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan secara cepat di lapangan.

Untuk mengatasi hambatan komunikasi, Mabes Polri mengirim sepuluh unit perangkat Starlink melalui penerbangan menuju Labuan Bajo saat ini. Perangkat tersebut akan mendukung komunikasi petugas dan pelaporan dari titik krisis agar koordinasi bantuan berlangsung lebih cepat di lapangan.

Kapolda memastikan jajaran kepolisian tetap bergerak menuju wilayah terdampak yang membutuhkan pertolongan setelah gempa Flores secara cepat kini. Penanganan dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sesuai kebutuhan lapangan secara cepat kini.

Menurut Kapolda, keberhasilan membuka akses wilayah terisolir menunjukkan pentingnya kecepatan personel dalam merespons laporan masyarakat terdampak saat ini.

Respons tersebut sekaligus mempercepat evakuasi, distribusi logistik, dan pendirian fasilitas tanggap darurat pada lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

Operasi kemanusiaan kini diarahkan pada pencarian korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pemulihan komunikasi, serta pengamanan lingkungan permukiman saat ini.

Seluruh langkah tersebut dijalankan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan tingkat kerusakan pada setiap wilayah saat ini.

Polda NTT terus memantau perkembangan korban dan kebutuhan pengungsi melalui jajaran Polres yang berada di wilayah terdampak di lapangan. Data lapangan menjadi dasar penentuan prioritas bantuan agar distribusi logistik dapat menjangkau masyarakat dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan.

Kehadiran tim SAR, DVI, K9, tenaga kesehatan, serta personel trauma healing memperluas kemampuan operasi kemanusiaan kepolisian saat ini. Tambahan kekuatan tersebut memungkinkan penanganan bencana mencakup penyelamatan korban, identifikasi, kesehatan, logistik, dan pemulihan psikologis secara cepat kini.

Dukungan pesawat CASA juga memberi pilihan mobilisasi lebih cepat ketika jalur darat maupun laut menghadapi kendala akibat bencana. Sementara itu, perangkat komunikasi Starlink membantu menjaga arus informasi antara petugas lapangan dan pusat koordinasi penanganan saat ini.

Kapolda menegaskan bantuan akan terus diarahkan kepada masyarakat di Manggarai, Manggarai Timur, maupun wilayah Flores lainnya saat ini.

Prioritas penanganan tetap mencakup penyelamatan warga, pemulihan akses, distribusi kebutuhan dasar, dan perlindungan masyarakat selama keadaan darurat di lapangan.

Rangkaian langkah tersebut memperlihatkan penanganan gempa Flores bergerak dari respons awal menuju operasi kemanusiaan yang semakin terkoordinasi di lapangan.

Polri bersama pemerintah dan unsur terkait kini memusatkan perhatian pada keselamatan warga serta percepatan pemulihan wilayah terdampak di lapangan.

Polda NTT juga mengingatkan personel agar memperhatikan keselamatan saat membuka akses menuju lokasi yang masih berisiko longsor. Kondisi medan pascagempa membuat setiap pergerakan membutuhkan koordinasi agar evakuasi dan distribusi bantuan tidak menimbulkan korban tambahan.

Di sejumlah lokasi, kebutuhan masyarakat dapat berubah cepat seiring bertambahnya jumlah pengungsi dan terganggunya aktivitas warga saat ini. Karena itu, petugas diminta terus memperbarui data lapangan sebagai dasar penyaluran bantuan pada setiap titik terdampak saat ini.

Penanganan korban juga memerlukan dukungan fasilitas kesehatan untuk memastikan warga luka memperoleh perawatan sesuai tingkat kegawatdaruratan saat ini.

Tim kesehatan yang diterjunkan bersama unsur lainnya membantu mempercepat pelayanan medis bagi korban di lokasi pengungsian saat ini.

Pemerintah daerah bersama BPBD terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan kebutuhan prioritas berdasarkan kondisi wilayah masing-masing saat ini.

Koordinasi dilakukan secara berkala agar bantuan tidak menumpuk pada satu lokasi sementara daerah lain masih kekurangan kebutuhan dasar.

Kapolda meminta seluruh personel mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap kegiatan evakuasi, pencarian, maupun distribusi bantuan kemanusiaan saat ini.

Ia memastikan laporan warga akan menjadi perhatian jajaran kepolisian selama proses penanganan bencana masih berlangsung di Flores saat ini.

Dengan dukungan personel dan peralatan tambahan, operasi penanganan bencana diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak saat ini.

Fokus utama tetap menyelamatkan korban, memenuhi kebutuhan pengungsi, dan memulihkan akses menuju wilayah yang masih terisolir saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....