Ayo Dongeng Indonesia Dorong Pelestarian Folklor Nusantara
- 11 Agt 2026 15:15 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Ayo Dongeng Indonesia tidak hanya mengajak masyarakat kembali bercerita, tetapi juga mendorong pelestarian folklor dari berbagai daerah di Indonesia. Cerita rakyat dinilai memiliki nilai budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Community and Event Manager Ayo Dongeng Indonesia, Kurniawati Yuli Pratiwi, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan mendongeng, penelitian, pengembangan cerita, hingga festival yang mempertemukan pendongeng dari berbagai negara. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam siaran Florata Malam – Komunitas Bicara, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kurniawati menjelaskan, dongeng merupakan teknik atau kegiatan bercerita, sedangkan fabel, mitos, dan legenda merupakan jenis cerita. Karena itu, cerita yang disampaikan melalui kegiatan mendongeng dapat berasal dari berbagai sumber dan latar budaya.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang beragam dari berbagai daerah. Kekayaan tersebut menjadi salah satu alasan Ayo Dongeng Indonesia terus mendorong masyarakat mengenal dan menceritakan kembali folklor Nusantara.
Ia mengatakan kegiatan mendongeng tidak hanya ditujukan kepada anak-anak. Relawan Ayo Dongeng Indonesia juga pernah mendongeng untuk pelajar SMP, SMA, hingga kelompok lanjut usia di panti.
Menurutnya, semua orang memiliki ketertarikan untuk mendengarkan cerita. Cerita dapat menjadi media komunikasi lintas usia sekaligus sarana memperkenalkan nilai dan budaya kepada masyarakat.
Selain kegiatan mendongeng, Ayo Dongeng Indonesia juga mengembangkan penelitian terhadap cerita folklor dari berbagai daerah. Kurniawati mengatakan komunitas tersebut telah melakukan sekitar dua penelitian, salah satunya berkaitan dengan cerita dari Aceh.
Penelitian dilakukan untuk menggali cerita yang kemudian dapat dikembangkan dan diperkenalkan dalam bentuk yang lebih mudah dinikmati masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah komunitas memperluas pelestarian cerita rakyat.
Kurniawati menilai kegiatan mendongeng saja belum cukup untuk menjaga keberlangsungan cerita rakyat Indonesia. Penelitian dan pengembangan diperlukan agar cerita dapat dikenal lebih luas, dinikmati masyarakat, serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurutnya, cerita rakyat juga perlu dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, folklor dapat terus memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat.
Upaya memperkenalkan cerita lintas budaya juga dilakukan melalui Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDI). Kegiatan tersebut rutin digelar setiap November dan menghadirkan pendongeng dari Indonesia serta sejumlah negara lain.
Pada 2026, FDI mengangkat tema “Cerita Hutan” dengan menghadirkan cerita dari Indonesia dan negara peserta yang tetap membawa identitas budaya masing-masing. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya melalui seni bercerita.
Ia menambahkan, Ayo Dongeng Indonesia memiliki jejaring dengan komunitas pendongeng di berbagai daerah, seperti Jabodetabek, Makassar, Yogyakarta, Padang, Medan, Bali, dan wilayah lainnya.
Jejaring tersebut memungkinkan kegiatan mendongeng berkembang melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman. Teknologi juga dimanfaatkan untuk menjaga hubungan dengan para pegiat cerita di berbagai wilayah.
Kurniawati berharap semakin banyak masyarakat ikut menjaga folklor Indonesia melalui cara yang kreatif dan sesuai perkembangan zaman. Cerita rakyat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi tetap hidup melalui keluarga, sekolah, komunitas, penelitian, dan berbagai media.
Dengan terus diceritakan dan dikembangkan, cerita dari berbagai daerah diharapkan dapat dikenal generasi muda sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....