Kemenag NTT Dukung Pelestarian Rumah Adat Nggela, Perkuat Harmoni Agama dan Budaya

  • 06 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni antara nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal melalui kehadiran pada peresmian Rumah Adat Kampung Nggela di Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kab. Ende, Minggu, 5 Juli 2026. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. NTT dalam Misa Syukuran sekaligus peresmian rumah adat yang menjadi simbol pelestarian warisan budaya masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Nikolaus Nama Payon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Provinsi NTT yang telah berpartisipasi mendukung pembangunan Rumah Adat Nggela. Menurutnya, rumah adat bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol peradaban, identitas budaya, serta ruang untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi penerus.

"Kementerian Agama hadir untuk memastikan agama dan budaya lokal tidak saling bertentangan, tetapi saling menguatkan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat," kata Nikolaus. Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan beragama yang moderat, membangun toleransi, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Peresmian Rumah Adat Kampung Nggela turut dihadiri Bupati Ende, Wakil Bupati Ende, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat adat Kampung Nggela. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Kementerian Agama menegaskan dukungannya terhadap pelestarian kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. Sinergi antara agama dan budaya diharapkan terus menjadi kekuatan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, menjaga identitas budaya, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....