Disambut Adat, Mahasiswa KKN Unika di Rana Gapang Fokus Atasi Stunting dan Literasi
- 15 Jul 2026 09:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Delapan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng disambut secara adat oleh masyarakat Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Senin 13 Juli 2026.
Penyambutan dilakukan melalui upacara adat Kepok Sundung–Tiba Meka di Kantor Desa Rana Gapang sebagai simbol penerimaan dan penghormatan kepada para mahasiswa yang akan mengabdi selama satu bulan di desa tersebut.
Prosesi penyambutan dilanjutkan dengan pertemuan bersama pemerintah desa, kepala dusun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, dan tokoh masyarakat dari empat dusun di Desa Rana Gapang. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Berbeda dengan KKN reguler, tahun ini mengusung tema Pencegahan dan Penanggulangan Stunting serta Peningkatan Literasi di Kabupaten Manggarai Timur. Program tersebut melibatkan empat fakultas di Unika Santu Paulus Ruteng, yakni Fakultas Ilmu Kesehatan melalui Program Studi Keperawatan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PGSD), serta Teologi.
Kepala Desa Rana Gapang, Melikior Wene, berharap para mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat serta menjalankan program yang memberi manfaat nyata bagi desa. Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan warga untuk mendukung pelaksanaan KKN hingga selesai.
Sementara itu, Sekretaris Desa Rana Gapang, Safrinus Mboda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa di desanya. "Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dan siap mendukung seluruh program KKN di Desa Rana Gapang," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa inovasi dan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga etika, menghormati adat istiadat, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan warga.
Ketua BPD Desa Rana Gapang, Hendrikus Rabu, menegaskan masyarakat siap berkolaborasi selama pelaksanaan KKN. "Masyarakat siap mendukung dan bekerja sama dengan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa ini," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, koordinator KKN Tematik Desa Rana Gapang, Margareta Yolanda Esar, menjelaskan terdapat empat isu utama yang menjadi fokus program kerja selama satu bulan, yakni pencegahan pernikahan dini, peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, serta percepatan penanganan stunting.
Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi sosialisasi bahaya pernikahan dini, penguatan literasi dan numerasi, lomba cuci tangan dan gosok gigi, gerakan Jumat Bersih, pembuatan tempat sampah, gotong royong memperbaiki sumber air, edukasi penjernihan air sederhana, penanaman pohon di sekitar mata air, pemberian makanan tambahan (PMT), Posyandu Ceria, kelas ibu hamil dan menyusui, serta lomba balita sehat.
"Stunting dan literasi adalah fondasi masa depan generasi Manggarai Timur. Seluruh program kami susun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran," kata Margareta.
Ia menambahkan, sejumlah program lainnya akan disesuaikan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Rana Gapang dengan memperhatikan kearifan lokal. Margareta juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjalankan pengabdian dengan semangat belajar bersama masyarakat.
"Mahasiswa hadir bukan sebagai orang yang paling tahu, tetapi sebagai mitra yang siap belajar bersama masyarakat dan menghargai kearifan lokal," ujarnya.
Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Desa Rana Gapang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....