UNIKA Ruteng Buka Layanan Konseling Online bagi Korban Gempa, Gandeng SCU

  • 19 Agt 2026 21:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng membuka layanan konseling online gratis bagi mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikologis setelah gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Melalui layanan ini, kampus menunjukkan solidaritas civitas akademika kepada masyarakat yang menghadapi dampak psikologis akibat bencana. Untuk menghadirkan layanan tersebut, UNIKA St. Paulus Ruteng menggandeng Center for Trauma Recovery (CTR), Fakultas Psikologi Soegijapranata Catholic University (SCU).

Tenaga konseling profesional dari CTR memberikan ruang aman bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memperoleh pendampingan dalam menghadapi kecemasan, ketakutan, kepanikan, gangguan tidur, maupun tekanan psikologis setelah gempa.

Layanan konseling ini hadir sebagai bagian dari respons UNIKA St. Paulus Ruteng terhadap kondisi mahasiswa dan masyarakat setelah gempa 15 Agustus 2026. Kampus tidak hanya memperhatikan kebutuhan material dan fisik para penyintas, tetapi juga memberi perhatian pada kondisi psikologis mereka.

Dosen SCU, Dr. Siswanto, menyampaikan tawaran layanan konseling kepada Wakil Rektor III UNIKA St. Paulus Ruteng, Dr. Fransiskus Sawan, S.S., M.Pd., yang akrab disapa Romo Frans. Keduanya telah memiliki hubungan kerja sama sebelumnya.

Dr. Siswanto pernah memberikan pelatihan konseling dasar kepada Tim Konseling UNIKA Ruteng. Kerja sama tersebut kini berkembang menjadi dukungan langsung bagi mahasiswa dan masyarakat yang terdampak gempa.

Romo Frans menyambut baik dukungan SCU tersebut. Menurutnya, bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik dan material, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis penyintas.

“Gempa bukan hanya menimbulkan dampak fisik dan material. Sebagian mahasiswa dapat mengalami kecemasan, ketakutan, kesulitan tidur, mudah panik, atau tekanan psikologis lainnya,” kata Romo Frans.

Romo Frans menilai dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam respons kampus setelah bencana. Menurutnya, mahasiswa maupun masyarakat yang mengalami tekanan psikologis tidak perlu menghadapi kondisi tersebut seorang diri.

Kehadiran tenaga profesional melalui layanan konseling online memberikan kesempatan kepada penyintas untuk menceritakan pengalaman, mengenali respons psikologis setelah bencana, serta memperoleh pendampingan dalam membangun kembali rasa aman.

“Mahasiswa tidak harus menghadapi rasa takut dan tekanan psikologis sendirian,” ujarnya.

UNIKA St. Paulus Ruteng juga terus melakukan pendataan melalui Posko Tanggap Darurat. Tim mendata kondisi mahasiswa dan keluarga yang terdampak, termasuk kondisi kesehatan, kerusakan tempat tinggal, serta kebutuhan dukungan psikososial.

Layanan konseling dari CTR kemudian melengkapi langkah tersebut dengan memberikan akses pendampingan profesional secara online.

Kolaborasi UNIKA St. Paulus Ruteng dan SCU memperlihatkan kekuatan jejaring perguruan tinggi Katolik dalam merespons situasi kemanusiaan. Kedua institusi tidak hanya membangun hubungan melalui kerja sama akademik, tetapi juga menghadirkan kepedulian ketika mahasiswa dan masyarakat menghadapi bencana.

Bagi Romo Frans, pemulihan pascagempa membutuhkan dukungan yang menyeluruh. Bantuan material, layanan kesehatan, pemulihan tempat tinggal, dan pendampingan psikologis perlu berjalan bersama.

“Bantuan pangan, pelayanan kesehatan, pemulihan tempat tinggal, dan pendampingan psikologis perlu berjalan beriringan agar mahasiswa dapat kembali menjalani aktivitas akademik dengan lebih tenang,” tuturnya.

Lebih lanjut, UNIKA St. Paulus Ruteng dan SCU juga menyediakan layanan konseling tersebut secara gratis, privat, aman, dan aksesibel. Mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan dapat menghubungi:

Center for Trauma Recovery (CTR) – Fakultas Psikologi SCU

Hotline/WhatsApp: 0851-6336-1275

Gratis – Privat – Aman – Aksesibel

Layanan ini memberi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mencari bantuan tanpa harus datang langsung ke tempat layanan. Akses online juga memungkinkan penyintas memperoleh pendampingan dengan lebih mudah di tengah situasi pascabencana.

Bagi UNIKA Santu Paulus Ruteng, pembukaan layanan konseling online tersebut menjadi wujud nyata solidaritas civitas akademika kepada masyarakat Flores.

Kampus ingin memastikan bahwa proses pemulihan setelah gempa tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga membantu penyintas memulihkan ketenangan dan rasa aman.

“Solidaritas, kepedulian, dan keberanian untuk mencari bantuan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan bangkit setelah bencana,” tutur Romo Frans.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....