Praktisi Humas Hotel di Labuan Bajo Bahas Reputasi Brand di Era Digital
- 06 Jul 2026 19:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Membangun reputasi dan kepercayaan publik menjadi tantangan utama bagi praktisi hubungan masyarakat (public relations/PR) di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan tingginya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, praktisi PR dituntut mampu menjaga citra perusahaan sekaligus mempromosikan destinasi wisata.
Hal tersebut mengemuka dalam program Zona Edukasi RRI SP Labuan Bajo bertajuk Beyond Public Relations: Membangun Reputasi, Kepercayaan, dan Brand di Era Digital, Sabtu 4 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Marcom & PR Manager Meruorah Labuan Bajo Sangkar Adityas, Cluster Marcom Manager Local Collection Deddy, serta Marcom & Digital Manager Crowne Plaza Labuan Bajo Rikky Sugiarto.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membagikan pengalaman perjalanan karier mereka yang berasal dari latar belakang pendidikan berbeda. Rikky Sugiarto merupakan lulusan Akuntansi yang sebelumnya bekerja di sektor perbankan sebelum beralih ke industri perhotelan. Sangkar Adityas berasal dari jurusan Sastra Inggris dan kemudian memperdalam ilmu PR digital di LSPR Jakarta, sedangkan Deddy pernah aktif sebagai penyiar RRI Pro 2 Bandar Lampung.
Rikky Sugiarto yang sehari-hari aktif sebagai Marketing Communications & Digital Manager Crowne Plaza Labuan Bajo, mengatakan tantangan menjadi praktisi Marcom di destinasi wisata berbeda dengan hotel bisnis di kota besar. Menurutnya, promosi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada hotel, tetapi juga pada destinasi wisata tempat hotel tersebut berada.
“Kalau dari aku pribadi, kita enggak cuma ngomongin tentang menjual hotel, tapi juga menjual destinasinya sendiri. Itu penting banget,” ujar Rikky.
Para narasumber juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas. Seorang praktisi PR, kata mereka, harus mampu memisahkan persoalan pribadi dengan pekerjaan agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada tamu dan menjaga kepercayaan publik.
Sementara itu, Deddy Marcom Manager Cluster - Loccal Collection, mengatakan kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu tantangan dalam profesi tersebut, terutama saat menghadapi komplain maupun berbagai karakter tamu.
“Kita sebagai Marcom harus bisa membedakan antara pribadi dengan profesional kerja. Jadi tetap harus profesional untuk bisa bertemu dengan orang, tetap tersenyum, dan mengatur waktu,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Sangkar Adityas, Marcomm & PR Manager Meruorah, menilai menjaga citra sebuah merek di era digital bukan perkara mudah. Menurutnya, setiap bentuk komunikasi yang disampaikan kepada publik harus dipersiapkan secara matang karena jejak digital akan terus tersimpan.
“Menjaga brand image itu susah sekali. Kami sebagai praktisi PR harus benar-benar menjaga brand image kami masing-masing, dan bisa dibilang kami adalah polisi dari brand kami masing-masing,” ungkapnya.
Selain membahas strategi komunikasi, diskusi juga menyoroti perkembangan tren wellness tourism di Labuan Bajo. Menjawab pertanyaan warganet, para narasumber menjelaskan bahwa sejumlah hotel kini menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti kolam renang, pusat kebugaran, yoga, hingga layanan spa sebagai alternatif aktivitas bagi wisatawan ketika cuaca tidak memungkinkan untuk berwisata ke laut.
Program yang berlangsung sekitar satu jam tersebut sekaligus menandai peluncuran tampilan baru studio RRI SP Labuan Bajo yang diharapkan dapat semakin mendukung penyebaran informasi dan edukasi, khususnya di bidang pariwisata dan industri kreatif di kawasan Flores.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....