Apotek K-24 Resmi Beroperasi di Labuan Bajo, Hadirkan Layanan Obat 24 Jam
- 25 Jul 2026 11:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Jaringan Apotek K-24 resmi membuka outlet di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 25 Juli 2026. Kehadiran apotek tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kefarmasian selama 24 jam, termasuk bagi warga di wilayah kepulauan sekitar Labuan Bajo.
Pendiri sekaligus pemilik jaringan Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, mengatakan kehadiran Apotek K-24 di Labuan Bajo merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
“Semangat kami adalah melayani sampai ke pelosok negeri. Saya senang sekali sekarang bisa melayani masyarakat Manggarai Barat. Harapannya kehadiran Apotek K-24 ini menjadi pelengkap sarana kesehatan yang ada dan memberi manfaat bagi masyarakat Labuan Bajo maupun pulau-pulau di sekitarnya,” kata Gideon saat peresmian, Sabtu pagi.
Dirinya juga mengatakan, Apotek K-24 berdiri pada 2002 di Yogyakarta berawal dari pengalaman pribadinya yang kesulitan memperoleh obat pada malam hari maupun hari libur. Kondisi tersebut mendorongnya membangun jaringan apotek yang buka 24 jam dengan ketersediaan obat yang lengkap.
“Saya mengalami sendiri sulit mencari obat di malam hari. Kalaupun ada, harganya lebih mahal. Dari situlah saya terpanggil membangun apotek yang menjadi mitra tenaga kesehatan agar pasien bisa memperoleh obat yang dibutuhkan,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Gideon, Apotek K-24 telah memiliki lebih dari 880 outlet yang tersebar di 172 kabupaten/kota di 29 provinsi di Indonesia. Ia menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 2.000 outlet pada 2032 agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak daerah.
Selain meresmikan outlet di Labuan Bajo, Apotek K-24 juga menggelar program Festival Sehat Ceria Si Kecil di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat. Kegiatan tersebut meliputi skrining tumbuh kembang anak serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami masalah gizi.
“Kalau kami menemukan anak dengan pertumbuhan di bawah normal atau mengalami gizi buruk, kami sudah menyiapkan pemberian makanan tambahan selama tiga bulan. Program seperti ini sebelumnya juga kami lakukan di Yogyakarta, Kupang, dan Timor Tengah Selatan,” jelasnya.
Guna mendukung kelancaran distribusi obat di NTT, Apotek K-24 juga telah meresmikan cabang Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kupang. Menurut Gideon, keberadaan gudang distribusi tersebut akan mempercepat pasokan obat ke apotek-apotek di wilayah NTT tanpa bergantung sepenuhnya dari Surabaya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, outlet Apotek K-24 Labuan Bajo memulai operasional dengan delapan tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari NTT, termasuk Manggarai Barat, Sumba, Ende, hingga Alor.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan terbaik dengan tenaga kesehatan yang memiliki dedikasi untuk melayani masyarakat. Seluruh operasional apotek dipimpin oleh apoteker bersama tenaga teknis kefarmasian agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Labuan Bajo, Windi, mengaku menyambut baik kehadiran Apotek K-24 yang beroperasi selama 24 jam. Menurutnya, keberadaan apotek tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini kerap kesulitan memperoleh obat pada malam hari.
“Senang sekali ada apotek 24 jam di Labuan Bajo ini, karena memang agak susah kami cari obat kalau malam. Kebanyakan apotek di sini buka hanya sampai sekitar jam 10 malam. Padahal kadang kita sakit perut tengah malam atau ada anggota keluarga yang tiba-tiba demam. Saya juga sudah beberapa kali beli obat di sini dan obatnya lengkap,” ungkap Windi.
Kehadiran Apotek K-24 di Labuan Bajo diharapkan menjadi pelengkap layanan kesehatan di Manggarai Barat dengan menyediakan akses obat selama 24 jam, sekaligus mendukung berbagai program kesehatan masyarakat. Termasuk upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi anak melalui penyediaan susu pertumbuhan hingga produk makanan untuk keperluan medis khusus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....