Kinerja APBN Manggarai Raya dan Ngada Tetap Tumbuh Positif hingga Mei 2026

  • 25 Jun 2026 21:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Kinerja realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada hingga 31 Mei 2026 tercatat tetap tumbuh positif sebesar 0,19 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ruteng, Akhmad Zainuddin, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan belanja negara masih mampu menopang aktivitas ekonomi regional.

“Belanja pemerintah tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, daya beli masyarakat, dan stabilitas inflasi,” kata Akhmad Kamis 26 Juni 2026.

Akhmad menjelaskan, pertumbuhan APBN ditopang oleh peningkatan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp352 miliar atau 42,91 persen, yang tumbuh 10,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp1,58 triliun atau 47,96 persen, meski mengalami kontraksi sebesar 1,78 persen yoy.

Namun, Akhmad tidak menampik adanya penurunan realisasi pada beberapa jenis belanja, terutama Dana Desa Reguler yang turun Rp123,43 miliar akibat berkurangnya alokasi dana sebesar Rp343,32 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan realisasi Dana Desa Reguler terkontraksi hingga 61,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, realisasi belanja barang juga mengalami penurunan sebesar Rp11,17 miliar. Penurunan ini dipengaruhi berkurangnya alokasi belanja barang sebesar Rp156,91 miliar atau 37,35 persen.

Ia menambahkan, salah satu kegiatan yang belum terealisasi hingga akhir Mei 2026 adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), karena jadwal kegiatan belum memasuki tahap pelaksanaan. Hal ini turut memengaruhi rendahnya penyerapan belanja barang pada satuan kerja kementerian dan lembaga.

Di sisi lain, Akhmad mengakui adanya sejumlah pos belanja mengalami peningkatan signifikan. Belanja pegawai naik Rp25,98 miliar, belanja modal meningkat Rp17,29 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) bertambah Rp29,52 miliar, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik meningkat Rp84 miliar.

Kenaikan belanja pegawai dipicu oleh pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tunjangan hakim. Sementara peningkatan belanja modal terutama terjadi pada satuan kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, serta Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng.

Akhmad juga menuturkan, peningkatan penyaluran DAU dipengaruhi kenaikan alokasi DAU Block Grant, sehingga penyaluran bulanan ikut meningkat. Sementara kenaikan DAK Nonfisik didorong oleh pembayaran tunjangan guru dan tunjangan khusus dokter spesialis.

Dirinya menegaskan bahwa Kinerja APBN yang tetap terjaga dinilai memberi dampak positif terhadap perekonomian regional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan I 2026 yang tumbuh positif di seluruh wilayah Manggarai Raya dan Ngada.

Sementara, Kabupaten Manggarai Barat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,03 persen, disusul Kabupaten Manggarai 5,08 persen, Manggarai Timur 4,97 persen, dan Kabupaten Ngada 4,73 persen.

Lebih lanjut, inflasi pada Mei 2026 di Kabupaten Ngada tercatat sebesar 2,84 persen dibanding periode tahun lalu dan masih tetap dalam kondisi terkendali.

“Stabilitas inflasi yang tetap terjaga menunjukkan keseimbangan permintaan dan penawaran di daerah masih cukup baik,” ujar Akhmad.

Menurut dia, pemerintah terus menjaga pasokan komoditas melalui dukungan belanja pada sektor pertanian dan peternakan, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat lewat distribusi belanja pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....