Program KENCANA Diperluas, NTT Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat
- 19 Jun 2026 17:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa ketangguhan bencana harus menjadi budaya bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) Provinsi NTT Tahun 2026 di Aula Hotel Harper Kupang, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut Melki, NTT merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi, mulai dari kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, gempa bumi, hingga tsunami. Berbagai bencana tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan seperti kekurangan air bersih, gagal panen akibat kekeringan, terganggunya aktivitas nelayan, hingga kerusakan infrastruktur menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Karena itu, pembangunan ketangguhan bencana memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Ketangguhan bencana sesungguhnya adalah membangun ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan ekonomi keluarga, dan masa depan masyarakat NTT. Ketangguhan harus menjadi budaya bersama dan menjadi bagian dari setiap perencanaan pembangunan daerah,” ujar Melki.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas inisiasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Program tersebut didukung melalui Program SIAP SIAGA dan mulai dilaksanakan sejak Agustus 2025 di 10 kecamatan percontohan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Menurutnya, seluruh kecamatan percontohan tersebut berhasil meraih Status KENCANA Pratama sebagai bentuk keberhasilan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.
Program KENCANA kini diperluas ke tiga kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah NTT.
Melki berharap kecamatan yang telah meraih Status KENCANA Pratama dapat menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat budaya gotong royong dan mengintegrasikan aspek ketangguhan bencana ke dalam setiap agenda pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas keberhasilan 10 kecamatan percontohan meraih Status KENCANA Pratama.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....