BPS Manggarai Terapkan Formula 212 untuk Jaga Kualitas Data Sensus
- 15 Jun 2026 20:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai menggaungkan slogan nasional TIR (Terima, Isi, dan Rahasia) sebagai bagian dari kampanye pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Ajakan tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Manggarai, Yosef Danu, usai apel pelepasan 379 petugas sensus di Natas Labar Motang Rua, Senin, 15 Juni 2026.
Kepada RRI, Yosef menjelaskan bahwa tagline TIR merupakan kampanye nasional yang disosialisasikan secara luas melalui berbagai platform media untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui slogan tersebut, masyarakat diajak menerima petugas sensus dengan baik, memberikan data sesuai kondisi sebenarnya, serta tidak khawatir karena kerahasiaan data dijamin oleh negara.
“T berarti masyarakat diharapkan menerima petugas sensus dengan baik. I berarti mengisi data sesuai kondisi sebenarnya, sedangkan R berarti kerahasiaan seluruh data yang diberikan masyarakat maupun perusahaan dijamin dan tidak akan dipublikasikan,” kata Yosef.
Ia menjelaskan, mulai Senin, 15 Juni 2026, petugas Sensus Ekonomi di seluruh Indonesia telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan secara door-to-door. Di Kabupaten Manggarai, pelepasan petugas dilakukan secara seremonial di Natas Labar dengan melibatkan 70 petugas perwakilan dari Kecamatan Langke Rembong, sementara petugas di kecamatan lainnya langsung melaksanakan tugas di wilayah masing-masing.
Menurut Yosef, koordinasi pelaksanaan sensus telah dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan, hingga Ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dan Ketua RT. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendataan berjalan lancar di lapangan.
BPS Manggarai juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kendala selama pendataan. Salah satunya melalui penguatan koordinasi dengan camat, kepala desa, dan lurah, serta penyediaan layanan call center bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan sensus.
Yosef menegaskan petugas lapangan tidak bekerja sendiri. Apabila menghadapi kendala, termasuk penolakan dari responden, tim BPS siap memberikan pendampingan secara langsung.
“Misalnya ada penolakan dari responden, pasti kami akan turun juga untuk mendampingi,” ujarnya.
Untuk menjaga kualitas data dan meminimalkan hambatan di lapangan, BPS Manggarai menerapkan pola pendampingan dan evaluasi berkala yang dikenal dengan formula 212.
“Kami menerapkan pola 212, yakni dua hari pendataan, kemudian dilakukan pendampingan dan evaluasi. Dengan cara ini, setiap kendala yang muncul dapat segera dimitigasi di lapangan,” kata Yosef.
Ia berharap slogan TIR dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.
“Harapan kami dengan adanya TIR ini, kegiatan pendataan bisa berjalan baik sesuai dengan kondisi sesungguhnya,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....