BPS Manggarai Mulai Latih 379 Petugas Sensus Ekonomi 2026
- 10 Jun 2026 16:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai mulai melaksanakan pelatihan bagi 379 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pelatihan tersebut menjadi tahapan penting untuk membekali petugas dengan pemahaman konsep, metodologi, serta penggunaan teknologi digital sebelum melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.
Berita (disesuaikan dengan judul)
RRI.CO.ID, Manggarai – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai mulai melaksanakan pelatihan bagi 379 petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pelatihan tersebut menjadi tahapan penting untuk membekali petugas dengan pemahaman konsep, metodologi, serta penggunaan teknologi digital sebelum melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.
Kepala BPS Kabupaten Manggarai, Yosef Danu, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data akurat mengenai kondisi dan struktur ekonomi masyarakat. Sensus yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali itu akan memotret berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi digital, hingga aktivitas ekonomi berbasis lingkungan.
Menurut Yosef, SE2026 merupakan sensus ekonomi yang dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaku usaha dan rumah tangga usaha. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus tersebut, BPS Kabupaten Manggarai menyiapkan sebanyak 379 petugas lapangan yang wajib mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke wilayah tugas masing-masing.
"Pelatihan dibagi ke dalam 15 kelas yang berlangsung dalam dua gelombang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni Hotel Revaya, Sky Teras, Efata, dan Viktory," kata Yosef kepada RRI, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan pembagian kelas dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pemahaman yang seragam serta mendapatkan pendampingan optimal dari Instruktur Daerah (Inda). Menurutnya, petugas lapangan merupakan ujung tombak dalam menjaga kualitas dan validitas data yang dikumpulkan.
"Kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki standar kerja yang sama dan mampu melakukan pendataan secara objektif, berintegritas, serta presisi di lapangan," ujarnya.
Berbeda dengan sensus ekonomi sebelumnya, SE2026 sepenuhnya mengadopsi sistem digital. Para petugas dibekali kemampuan mengoperasikan aplikasi pendataan berbasis Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), yang diperkuat melalui simulasi wawancara dan praktik lapangan guna meminimalkan kendala teknis saat bertugas.
Yosef menambahkan, setelah mengikuti pelatihan, seluruh petugas dijadwalkan melakukan pendataan langsung dari rumah ke rumah maupun ke tempat usaha mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan akan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari skala rumah tangga hingga perusahaan menengah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.
Ia juga mengimbau masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang jujur, benar, dan lengkap kepada petugas.
Menurut Yosef, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan data berkualitas yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....