Bupati Manggarai Barat Luncurkan Program GEMA MABAR di Sinode IV Keuskupan Ruteng
- 03 Jun 2026 12:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, meluncurkan program GEMA MABAR (Gereja dan Pemda Membangun Masyarakat Manggarai Barat) dalam Sinode IV Keuskupan Ruteng yang berlangsung di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 2 Juni 2026.
Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Keuskupan Ruteng dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sinode IV Keuskupan Ruteng mengusung tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner” serta dihadiri Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, para pastor paroki dan ketua dewan paroki dari 61 paroki di wilayah Keuskupan Ruteng, serta perwakilan pemerintah, kelompok religius, komunitas gerejawi, dan kelompok sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Edistasius Endi mengatakan sinode menjadi momentum penting bagi Gereja dan pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Manggarai Raya.
“Sinode ini menjadi momentum penting bagi Gereja Keuskupan Ruteng untuk menatap masa depan dengan iman dan kepercayaan, sambil tetap berpijak pada realitas konkret kehidupan umat dan masyarakat di Manggarai Raya,” ujarnya.
Bupati memaparkan kondisi ekonomi Manggarai Barat yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,82 persen, tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertumbuhan tersebut didorong sektor pariwisata dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai lebih dari 500 ribu orang per tahun.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 4,94 persen pada 2021 menjadi 3,32 persen pada 2025 berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS).
Kendati demikian, Edistasius Endi mengakui masih terdapat tantangan pembangunan, terutama pada sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mayoritas masyarakat.
Menurutnya, sekitar 54,14 persen penduduk bekerja di sektor pertanian, namun keterlibatan pemuda usia 19 hingga 30 tahun masih rendah, yakni 32,5 persen berdasarkan Sensus Pertanian 2023.
“Kita memiliki dua realitas yang berjalan bersamaan. Di satu sisi terdapat pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh pariwisata dan sektor jasa. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat masih hidup dari sektor-sektor primer yang tersebar di desa-desa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti dua peluang ekonomi strategis yang dinilai dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, yakni sektor pariwisata dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, tingginya kunjungan wisatawan membuka peluang bagi pengembangan sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif. Sementara Program MBG dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok kebutuhan pangan.
Adapun untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengembangkan Lumbung MBG sebagai platform informasi yang memetakan kebutuhan dan ketersediaan pasokan pangan lokal.
Melalui program GEMA MABAR, pemerintah daerah menawarkan kerja sama strategis dengan Gereja yang difokuskan pada empat agenda utama, yakni penguatan ketahanan pangan dan produksi lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pariwisata berkelanjutan.
“Kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Gereja adalah sebuah kekuatan sosial yang perlu terus diperkuat,” ujar Edistasius Endi.
Ia juga menetapkan empat agenda prioritas pembangunan, yaitu memperkuat pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah, meningkatkan produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan masyarakat.
Pada akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gereja, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, media, komunitas, dan dunia usaha untuk terlibat aktif dalam transformasi ekonomi daerah.
“Jika selama ini fokus pembangunan lebih banyak diarahkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi, maka tantangan pembangunan ke depan adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin terhubung dengan sumber penghidupan masyarakat,” ucapnya.
Program GEMA MABAR diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara Gereja dan pemerintah, dalam mendorong pembangunan yang lebih merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....