Umat Buddha Sikka Lepaskan Ikan Sambut Tri Waisak

  • 06 Jun 2026 15:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Umat Buddha Kabupaten Sikka menggelar kegiatan fangshen atau pelepasan makhluk hidup sebagai bagian dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Bendungan Wairita pada Sabtu 30 Mei 2026 dan diikuti sekitar 20 umat Buddha.

Dalam kegiatan itu, umat melepaskan sekitar 28 kilogram ikan air tawar ke perairan bendungan. Prosesi diawali dengan pembacaan paritta suci sebagai doa dan harapan agar seluruh makhluk hidup memperoleh kebahagiaan serta terbebas dari penderitaan.

Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Widya Dharma Palla, mengatakan fangshen merupakan praktik kebajikan yang mencerminkan nilai karuna atau welas asih dan ahimsa atau tanpa kekerasan. Melalui kegiatan tersebut, umat diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, pelepasan makhluk hidup tidak hanya memiliki makna simbolis, tetapi juga menjadi bagian dari latihan spiritual umat Buddha. Kegiatan itu mengajarkan penghormatan terhadap setiap bentuk kehidupan yang ada di alam semesta.

“Fangshen bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana latihan spiritual yang mengajarkan umat untuk menghargai setiap kehidupan,” ujar Widya Dharma Palla. Ia menambahkan bahwa manusia dan alam memiliki hubungan yang saling bergantung satu sama lain.

Dalam pandangan ekoteologi Buddha, lanjutnya, alam tidak diposisikan sebagai objek yang dapat dimanfaatkan tanpa batas. Alam dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang harus dirawat dan dijaga demi keberlangsungan bersama.

Prinsip saling ketergantungan atau paticcasamuppada menjadi dasar pemahaman bahwa kesejahteraan manusia berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Karena itu, menjaga ekosistem dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab moral umat beragama.

Melalui pelepasan ikan di Bendungan Wairita, umat Buddha tidak hanya mengekspresikan rasa cinta kasih kepada makhluk hidup, tetapi juga berkontribusi terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Tindakan tersebut sekaligus menjadi praktik dana paramita atau kesempurnaan dalam berdana yang dilakukan secara tulus.

Perayaan Tri Suci Waisak yang memperingati kelahiran, Pencerahan Agung, dan Parinibbana Sang Buddha menjadi momentum refleksi bagi umat Buddha. Nilai-nilai kebajikan yang diperingati dalam Waisak diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan fangshen di Kabupaten Sikka juga sejalan dengan penguatan program ekoteologi yang terus didorong Kementerian Agama. Program tersebut menekankan pentingnya kesadaran beragama yang tidak hanya berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga pada tanggung jawab menjaga dan melestarikan alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....