Misa Penutupan NYD III Soroti Krisis Identitas Muda
- 06 Jul 2026 14:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Misa penutupan Nusra Youth Day (NYD) III Bali Nusra di Keuskupan Maumere menyoroti krisis identitas yang dihadapi orang muda di tengah derasnya arus media sosial. Pesan itu disampaikan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat memimpin homili di St. Peter’s Hall (SPH) Nita, Minggu 5 Juli 2026.
Di hadapan para uskup, imam, dan ribuan peserta NYD, Mgr. Maksimus menegaskan bahwa perkembangan media sosial yang kian canggih ikut mengubah cara sebagian orang memandang nilai dirinya. Ukuran popularitas seperti jumlah likes, views, dan followers, menurut dia, kerap dijadikan tolok ukur keberhasilan hidup.
Ia menggambarkan situasi ketika banyak orang menanti jumlah pengikut media sosialnya menembus angka tertentu demi pengakuan. Prestasi, penampilan, hingga validasi dari orang lain, kata dia, perlahan menjadi dasar untuk menilai harga diri.
Menurut Mgr. Maksimus, kecenderungan itu tanpa disadari menyeret orang muda ke dalam toxic comparison atau kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, ketika realitas tidak sesuai harapan, rasa minder dan ketidakpercayaan diri mudah muncul.
Karena itu, ia mengingatkan orang muda Katolik agar tidak membangun identitas dari pencitraan semata. “Identitas sejati tidak lahir dari pencitraan, dan orang muda dipanggil hidup secara otentik, bukan menjadi salinan tren atau mengejar viral sesaat,” ujarnya.
Dalam homilinya, Mgr. Maksimus juga menekankan bahwa setiap orang muda memiliki panggilan sekaligus martabat yang melekat dalam hidupnya. Kehadiran manusia di dunia, menurut dia, bukan sebuah kebetulan, melainkan bagian dari panggilan Allah.
Ia menegaskan nilai hidup tidak ditentukan oleh algoritma media sosial atau penilaian publik di ruang digital. “Nilai hidup bukan dari algoritma sosial, melainkan panggilan Allah sejak lahir,” kata Mgr. Maksimus.
Misa penutupan berlangsung khidmat dengan suasana doa yang terasa kuat di dalam aula. Nyanyian liturgi dan lagu-lagu umat yang dilantunkan paduan suara menggema sepanjang perayaan, menambah kekhusyukan ziarah iman para peserta.
St. Peter’s Hall Nita dipadati peserta yang mengikuti misa hingga akhir perayaan. Penampilan anggota kor dengan busana adat Sikka berupa baju tengge berwarna biru muda dan sarung tenun Sikka turut memperkaya nuansa budaya dalam penutupan NYD III Bali Nusra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....